POSO – Satuan Tugas (Satgas) Pangan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) di wilayah Kabupaten Poso tetap stabil. Meski stok pangan dinyatakan aman, kondisi berbanding terbalik terjadi pada sektor energi subsidi, di mana harga gas LPG 3 kg di tingkat pengecer melonjak drastis.
Hasil pantauan Satgas Pangan dan Bapanas menunjukkan bahwa pasokan beras, minyak goreng, dan gula di pasar-pasar tradisional Poso masih dalam kategori mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, klaim “keamanan” ini terasa ironis bagi warga yang harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli gas subsidi.
Sementara ditingkat pengecer, harga gas melon ukuran 3 kg dilaporkan menyentuh angka Rp45.000 hingga Rp50.000 per tabung. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan dalam SK Bupati Poso, yakni sebesar Rp20.000 per tabung.
Kenaikan harga yang ugal-ugalan ini memicu keluhan dari berbagai lapisan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan ibu rumah tangga.
“Stok pangan katanya aman, tapi buat masaknya kami susah. Di kios-kios harganya sudah Rp50 ribu. Kalau tidak beli, tidak bisa masak. Kami harap pemerintah jangan cuma cek beras, tapi cek juga kenapa gas bisa semahal ini,” ujar Rahma, salah satu warga di Poso Kota.
Senada dengan itu, beberapa warga mempertanyakan fungsi pengawasan di lapangan. Mereka merasa penetapan HET melalui SK Bupati seolah hanya menjadi angka di atas kertas tanpa implementasi yang tegas terhadap para spekulan.
Kesenjangan harga yang mencapai 150% dari HET ini menunjukkan adanya rantai distribusi yang bermasalah. Warga berharap Satgas Pangan tidak hanya fokus pada bahan pangan pokok, tetapi juga melakukan tindakan tegas terhadap oknum pengecer atau pangkalan yang memainkan harga gas subsidi.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera menggelar operasi pasar khusus LPG 3 kg guna menekan harga kembali sesuai aturan yang berlaku. SON

Opini Anda