POSO – Bupati Poso, dr. Verna G.M. Inkiriwang, menekankan pentingnya peran Bunda PAUD sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi emas. Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi Kegiatan Penguatan Tugas dan Peran Bunda PAUD Kabupaten Poso di Gedung Torulemba, Kompleks Rumah Jabatan Bupati, Kamis (5/3/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar, Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Sulteng Dra. Hj. Shofyatun A. Rahman, M.Pd., serta jajaran pimpinan daerah, camat, hingga Bunda PAUD tingkat desa dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Bupati Verna menyatakan rasa bangganya atas dedikasi para Bunda PAUD yang selama ini bergerak aktif di lapangan. Menurutnya, pendidikan anak usia dini bukan sekadar program rutin, melainkan investasi jangka panjang bagi daerah.
“Peran kita bukan hanya sebagai koordinator, tetapi juga motor penggerak perubahan bagi ribuan anak-anak kita. Anak yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia saat ini akan menjadi generasi penerus yang tangguh,” ujar Bupati Verna.
Ia menjelaskan pembagian peran yang strategis di tiap tingkatan:
- Bunda PAUD Kecamatan: Sebagai jembatan antara pemerintah kabupaten dengan desa untuk memastikan program terintegrasi.
- Bunda PAUD Desa/Kelurahan: Menjadi pelopor di akar rumput dalam mendampingi orang tua dan memastikan akses pendidikan menjangkau seluruh anak.
- Pokja PAUD Kabupaten: Berperan merumuskan kebijakan, strategi, serta melakukan evaluasi kualitas layanan.
Bupati Verna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Poso untuk mencapai target partisipasi anak PAUD hingga 100 persen. Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Poso telah mengalokasikan anggaran melalui APBD guna memperbaiki sarana prasarana serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.
Keberhasilan diplomasi anggaran juga membuahkan hasil nyata. Pada tahun 2025, Poso tercatat menerima alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) terbesar di Sulawesi Tengah, baik melalui Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) maupun DAK Fisik untuk alat permainan edukatif.
“Target kita jelas, fasilitas harus layak dan tenaga pendidik harus terlatih. Dengan sinergi lintas sektor seperti Dinas Pendidikan, Kesehatan, hingga PKK, kita optimis menciptakan generasi Poso yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. SON

Opini Anda