Sang Penguasa Lahan Partikelir di Tangerang (Tuan Tanah) di Abad ke- 18 Part.2
Oleh: Agam Pamungkas Lubah
Data ini sy peroleh melalui informasi yg disampaikan lewat Kalender Pemerintah Hindia Belanda di tahun 1867. Dimana nama2 pemilik lahan yg tercantum di bawah ini adl pemelik lahan pertama sejak dimulainya sistim tanah partikelir di Nusantara.
Namun nama2 pemilik lahan tsb tidak selamanya memiliki lahannya, karena di tahun2 berikutnya terjadi proses peralihan kepemilikan lahan disebabkan beberapa hal seperti: terjadinya kongsi, jual beli dan akuisisi oleh pemerintah, dll.
Kita mulai saja dari:
-Kresek en Balaradja =(Khouw Tjen Tjoan, c.s., Erven Lie Tjoeliing, c.s., Lim Pek Haij
-Tagal Angoes =(Tan Hongie, Tan Osio)
-Salapandjang West =(Khouw Tjen Tjoan, c.s., Khouw Thaij Kien)
-Kadaong West =(Khouw Tjien Tjoan, Lim Khouw)
-Telok Naga =(Tan Simnio c.s., Tan Kim Po)
-Kadaong Oost =(Souw Tiampie, Lim Kong Hiouw, h., Han Teng Hiouw)
-Salapadjang Oost =(Kan Hoadjan, c.s., Lim Kong Hiouw, h., Tja hai)
-Batoe Tjepper =(Tan Kangsoeij, Tan Tiang Po, h., Lim Soe Tjong)
-Kalidras (Burgvliet) =(Tan Kangthaij, Lim Sang Liong)
-Tjengkareng =(Tan Kangthaij, Tan Kwatdjan)
-Pasaier-Poetie =(Tan Tjoesian)
-Slingerland (Moeara Angker) =(Kwa Kimnio, c.s., Wio Jan Tjiaw)
-Angkee en Kapok =(Tan Tjoen Siang, c.s.,)
-Pesing =(Io Kong Eng, c.s., Lo Adjie)
-Tiga Rakasa =(Ong Boenseng, c.s Tan Oenlong)
-Tjikoedja =(G.H. Rensing, J F.W Faber)
-Bazzar Baroe =(Oeij Jok Koen, C. Van Sonsbeek)
-Gendeng of Karwatjie =(Raden Iories, c.s., Lie Sin Hoat, h., Loa Toen Hauw)
-Klapa Doea =(Tan Oenlong)
-Tangerang (Oost) =(Ong Boenseng)
-Tjikokol =(Ong Boenseng, Ong Hoat)
-Pondok Kosambie =(Ong Boenseng, c.s., Lim Samian)
-Tana Kodja =(Madoen c.s Moesna)
Nama2 yg belum tercantum dalam daftar di atas belum masuk dalam data tanah partikelir pada tahun tersebut. Namun beberapa tahun kemudian bermunculan nama2 Land baru seiring dng maraknya proses jual beli lahan oleh pemerintah dan swasta..
Wallahu a’lam bishawab
Semoga Manfaat
#Padepokan Roemah Boemi Pamoelang
#HISTORIA Tangsel, 19 Jan’ 2023

Opini Anda