JAKARTA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) bersama 15 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) resmi memperkuat komitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Morowali Utara (Morut).
Komitmen ini ditegaskan dalam rapat tindak lanjut pasca-penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait rekonstruksi Jalan Provinsi ruas Towi–Ganda-Ganda. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si., dan dihadiri Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira K, S.Pd., M.Pd., unsur pimpinan DPRD Sulteng, jajaran OPD Provinsi, Dinas PUPR Morut, serta jajaran pimpinan perusahaan tambang terkait.
Tindak Lanjut Komitmen Sejak 2025
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal yang diinisiasi oleh Gubernur Sulteng bersama Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, pada 27 Oktober 2025 lalu di Jakarta. Saat itu, disepakati kolaborasi untuk membangun ruas jalan strategis Towi–Kolonodale yang menjadi akses vital masyarakat dan urat nadi ekonomi daerah.
Dalam rapat lanjutan ini, seluruh pihak sepakat memperkuat legalitas kerja sama lewat penandatanganan MoU rekonstruksi jalan Towi–Ganda-Ganda. 15 perusahaan IUP yang beroperasi di sepanjang jalur tersebut menegaskan kesiapannya mendanai penuh pembangunan jalan hingga tahap pengaspalan. Pembiayaan akan dibagi berdasarkan panjang penanganan ruas yang telah disepakati bersama.
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menegaskan bahwa proyek ini menjadi prioritas utama demi meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat Morowali Utara.
”Kolaborasi ini adalah bentuk nyata sinergi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan infrastruktur yang layak. Kita ingin jalan Towi–Ganda-Ganda segera bisa dinikmati masyarakat dengan aman dan nyaman, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Anwar Hafid.
Anwar juga memastikan Pemprov Sulteng akan mengawal ketat jalannya proyek agar tidak sekadar menjadi wacana.
”Kami tidak ingin komitmen ini berhenti di atas kertas. Pengawasan akan dilakukan secara serius agar pekerjaan berjalan efektif, tepat mutu, dan tepat waktu,” tegasnya.
Angin Segar Bagi Masyarakat Morowali Utara
Merespons kesepakatan tersebut, Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemprov Sulteng dan pihak korporasi yang terlibat. Menurutnya, realisasi proyek ini adalah jawaban atas keluhan masyarakat selama ini.
”Ini adalah kabar besar dan harapan baru bagi masyarakat Morowali Utara. Jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat kini mulai mendapatkan penanganan nyata melalui kolaborasi bersama,” ungkap Djira.
Djira optimistis peningkatan kualitas jalan Towi–Ganda-Ganda akan memberikan dampak domino yang positif terhadap mobilitas warga, kelancaran distribusi logistik, hingga pertumbuhan ekonomi kawasan.
Target Mulai Konstruksi Juli 2026
Berdasarkan hasil kesepakatan rapat, pengerjaan fisik di lapangan dijadwalkan mulai berjalan pada awal Juli 2026, setelah seluruh proses legalitas hukum rampung diselesaikan.
Untuk menjamin kualitas proyek sesuai standar teknis, pengawasan berkala akan dilakukan secara kolaboratif oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng bersama Dinas PUPRPKPD Kabupaten Morowali Utara.
Ruas jalan Towi–Ganda-Ganda merupakan salah satu jalur paling strategis di Morut. Selain menjadi akses utama mobilitas harian warga, jalur ini juga menjadi penunjang utama aktivitas industri dan distribusi logistik di kawasan pertambangan. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah dan mempercepat laju ekonomi di Sulawesi Tengah. MCDD

Opini Anda