POSO – Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Lage dari Yayasan Pandawa Brothers Center menggelar agenda buka puasa bersama di Momi Cafe, Selasa (17/3/2026). Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, di antaranya Ketua Yayasan Pandawa Brothers Center Suwardi Pantih, Koordinator SPPG Kabupaten Poso Dzulfadhli, serta jajaran stakeholder mulai dari Camat, Danramil, Lurah, Kepala Desa, hingga kader BKKBN, Posyandu, dan perwakilan sekolah se-Kecamatan Lage.
Mitra SPPG Kecamatan Lage, Sartika Andi Patau, menegaskan bahwa soliditas antara mitra, kader, guru, supplier, hingga relawan adalah kunci utama keberhasilan program di lapangan.
“Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi. Ke depan, komunikasi dan koordinasi yang intens dengan semua pihak diharapkan mampu menunjang keberhasilan program MBG secara berkelanjutan,” ujar Sartika.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SPPG Kecamatan Lage, Excell Ladjamba, menyatakan keterbukaan pihaknya terhadap masukan dari berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, evaluasi berkala sangat dibutuhkan demi optimalisasi pelayanan gizi di wilayah Lage.
Koordinator SPPG Kabupaten Poso, Dzulfadhli, mengingatkan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan misi besar negara untuk meningkatkan taraf gizi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Ini adalah program nasional yang harus kita kawal bersama agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kualitas kesehatan generasi mendatang,” tegas Dzulfadhli.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pandawa Brothers Center, Suwardi Pantih memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para relawan SPPG Lage-Tagolu. Ia menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan di bulan Ramadhan ini menjadi modal sosial yang kuat bagi organisasi.
“Semangat solidaritas antar-relawan ini sangat luar biasa. Di tengah keberagaman, kita tetap satu visi untuk pengabdian masyarakat,” ungkap Suwardi.
Rangkaian acara ditutup dengan tausiah Ramadhan yang dibawakan oleh Ustadz Syamsul Lawengan. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya nilai kesabaran, keikhlasan, dan ketekunan dalam menjalankan tugas profesi.
Ia mengajak seluruh mitra dan stakeholder untuk memandang keterlibatan mereka dalam program MBG sebagai bentuk ibadah dan kontribusi nyata bagi bangsa. SON

Opini Anda