POSO— Mengusung tema “The Power of Culture”, Festival Danau Poso (FDP) ke-26 Tahun 2026 resmi ditutup oleh Bupati Poso, dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM., di Tentena, Sabtu malam (17/10/2026). Penutupan ini menandai suksesnya perhelatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang berlangsung selama tiga hari sejak 15 Oktober 2026.
Melalui tema “The Power of Culture”, festival tahunan ini menegaskan kembali bahwa kekayaan tradisi dan budaya lokal Pamona serta Poso dapat menjadi kekuatan besar dalam menggerakkan ekonomi daerah, mempererat persatuan masyarakat, dan mempromosikan potensi pariwisata.
“The Power of Culture”: Budaya Sebagai Kekuatan Pemersatu dan Ekonomi
Dalam sambutannya, Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang menjelaskan makna mendalam di balik tema yang diusung pada Festival Danau Poso 2026.
”Tema ‘The Power of Culture’ mengandung makna bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu yang perlu dilestarikan, tetapi juga kekuatan yang mampu menginspirasi, menyatukan, dan menggerakkan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati Verna.
Menurutnya, kekayaan budaya Poso terbukti menjadi fondasi kuat untuk membangun citra daerah yang damai, terbuka, sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal secara berkelanjutan.
Semarak Rangkaian Atraksi Budaya 3 Hari
Selama tiga hari penyelenggaraan, semangat “The Power of Culture” diwujudkan melalui beragam pagelaran seni dan adat, di antaranya:
- Parade & Tradisi: Parade Bingka Lora, Molimbu Mampake Bingka Lora, Tari Kolosal Silo Ndano, Parade Tari Danau Poso, serta Karambangan of Celebes.
- Gebyar Budaya Pamona: Revitalisasi bahasa Pamona di sekolah, lomba tari Torompio tingkat SMA, grand final Putra-Putri Budaya Kabupaten Poso, dan program Seniman Masuk Sekolah.
- Wisata & Ekonomi Kreatif: Pelepasan bibit ikan (Malapa Ana Bau), atraksi Mampone Woto Mamongo dan Lega Mombeyawati, Kampung Tradisi, Danau Poso Fashion Culture, Danau Poso Fun Run, Expo UMKM, serta Dero Umum.
Malam penutupan makin semarak dengan pengumuman pemenang Putri Danau Poso 2026 yang diraih oleh Gibs Davici, serta penampilan Sanggar Seni Towendaya sebagai juara tari kreasi Danau Poso. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Poso.
Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Evaluasi
Di samping merayakan kebudayaan, Bupati Poso menekankan bahwa pelestarian warisan budaya harus sejalan dengan perlindungan alam Danau Poso.
”Mari kita wariskan kepada generasi mendatang Danau Poso yang tetap indah, bersih, lestari, dan membanggakan,” tegasnya.
Bupati juga meminta seluruh panitia dan perangkat daerah melakukan evaluasi menyeluruh agar FDP di tahun-tahun mendatang memiliki jangkauan promosi yang lebih luas, semakin berkualitas, serta membawa dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Memelihara Semangat Sintuwu Maroso
Atas nama Pemerintah Kabupaten Poso, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Pariwisata RI, Forkopimda, para seniman, tokoh adat, pelaku UMKM, media, serta masyarakat Tentena atas dukungan dan keramahannya.
“Berakhirnya Festival Danau Poso ke-26 bukanlah akhir dari perjuangan kita untuk melestarikan budaya dan membangun pariwisata,” ucap Bupati.
Ia mengajak seluruh pihak untuk terus merawat semangat Sintuwu Maroso (kebersamaan), menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan pemersatu, dan pariwisata sebagai penggerak utama kesejahteraan Kabupaten Poso.**

Opini Anda