Citizen Reporter
MAKASSAR. Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar semester III peserta mata kuliah Komunikasi Politik, melakukan kuliah lapangan di Kantor Sekretariat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sulsel di Jl. Toddopuli Raya Makassar.
Sebanyak 28 mahasiswa angkatan 2022 ini dengan didampingi dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Politik, Dr Muhammad Yahya Mustafa, M.Si memadati aula kantor partai yang berlambang bola dunia ini mendiskusikan kampanye dan propaganda serta praktek politik praktis.
Muhammad Yahya pada kesempatan itu menjelaskan kalau pilihan kuliah lapangan ke partai politik untuk lebih memberi pemahaman secara praktis kepada mahasiswa peserta mata kuliah ini tentang peran partai politik dalam melakukan komunikasi politik dengan konstituen dan masyarakat lainya.
Pada perkuliahan di ruang kelas telah didiskusikan salah satu peran dan fungsi partai politik melakukan komunikasi politik, selain itu juga jadi topik diskusi soal kampanye politik dengan beragam media, propaganda politik, Public Relation Politik.
Selain itu mahasiswa juga telah ditugaskan mencari baliho baliho caleg dari partai politik peserta pemilu jenjang DPRD Kota Kabupaten/Kota, DPR Provinsi dan DPR RI.
Alasan pilih PKB karena partai telah sukses meraih dukungan suara dari pemilu ke pemilu selama masa era Reformasi dari hanya satu kursi, beralih jadi 3 kursi sampai 8 kursi pada Pemilu 2019. Selain itu PKB juga mampu menempatkan dua wakilnya pada DPR RI.
Hal menarik lainnya adalah manuver politik yang ditempuh Ketua DPP PKB Cak Imin yang kemudian menjadi Cawapres dari Capres Anis Baswedan.
Para mahasiswa itu diterima oleh Sekretaris DPW PKB Sulsel, Muhammad Haekal didampingi Wakil Ketua, Al Mujahid Akmal serta Staf Ahli Fraksi PKB DPRD Sulsel, Nawir. Selama diskusi tampil selaku moderator adalah Al Mujahid Akmal.
Haekal memberi informasi tentang kelahiran PKB pasca kejatuhan Orde Baru 1998 dan selama Orde Baru berkuasa hanya ada dua partai politik dan satu golongan yang jadi peserta setiap kali pemilu di masa Orde Baru yakni PPP, Golkar dan PDI.
PKB dideklarasikan di Jakarta 29 Rabiul Awal 1419 H atau 23 Juli 1998 setelah sebelumnya PBNU membentuk Tim Lima diberi tugas memenuhi aspirasi warga NU membentuk partai politik.
Tim Lima ini diketuai oleh KH Ma`ruf Amin (Rais Suriyah/Kordinator Harian PBNU), dengan anggota, KH M Dawam Anwar (Katib Aam PBNU), Dr KH Said Aqil Siroj, M.A. (Wakil Katib Aam PBNU), HM Rozy Munir,S.E., M.Sc. (Ketua PBNU), dan Ahmad Bagdja (Sekretaris Jenderal PBNU.
Pemilu pertama Reformasi 1999, PKB ikut pemilu pada tingkat DPR RI menempatkan satu wakil atas nama H Mokhtar Noer Jaya, pada DPRD Sulsel juga ada satu kursi atas nama Drs H Abdul Rahman. Pemilu selanjutnya 2014-2019 pada DPRD Sulsel suara mencapai tiga dan Pemilu 2019 meraih 8 kursi.
Delapan kursi yang diperoleh itu dengan legislator yakni; H. Muhammad Syarif, SH, MH; H Hengki Yasin, S.Sos, MM; Drs. H. Anwar Recca, MM; H. Azhar Arsyad, SH; Drs. Andi Tenriliweng; Fauzi Andi Wawo, S.Sos; Andi Muhammad Anwar Purnomo, SH, MH dan Ir Irwan Hamid.
Pemilu 2019 PKB berhasil mendudukkan dua wakil di DPR RI yakni, Andi Muawiyah Ramli dari Dapil 2 Sulsel serta H Haruna dari Dapil I Sulsel.
PKB setiap saat melakukan kampanye kepada konstituen dan masyarakat lainnya agar menjadi kader dan pendukung setia partai pada setiap kali pemilu.
Salah seorang mahasiswa peserta kuliah lapangan Andi Arif Jaya Kusuma , merasa senang dengan kunjungan pertama kali ke kantor sekretariat partai politik dan mendapat respon yang ramah dan bersahabat dari pengurus PKB.
Lewat diskusi selama kunjungan ke PKB telah memberi pengetahuan dan pemahaman lebih luas soal kampanye politik dan propaganda politik.**
Laporan: Riswan
Mahasiswa Komunikasi Fisip Unismuh Makassar

Opini Anda