KOLONODALE — Kapolres Morowali Utara AKBP Junaidy Anthonius Weken, S.I.K., menggelar silaturahmi dan tatap muka bersama para pendeta denominasi Gereja Kabupaten Morowali Utara di Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Jemaat Bahtera Kasih Kolonodale, Rabu (21/10/2026).
Pertemuan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) melalui sosialisasi di rumah-rumah ibadah.
Dalam dialog tersebut, Kapolres menekankan pentingnya sinergi antara aparat kepolisian, tokoh agama, dan elemen masyarakat. Rumah ibadah dinilai sebagai tempat yang sangat strategis untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif dan imbauan keamanan.
“Kami berharap para pendeta dapat meneruskan pesan ini kepada jemaat. Jika ada hal-hal yang mencurigakan di lingkungan masing-masing, jangan ragu untuk segera melapor,” kata AKBP Junaidy Anthonius Weken.
Bantuan Darurat Hingga Pengawalan Ambulans
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Kapolres mengimbau warga mengoptimalkan layanan Call Center 110 Polres Morowali Utara yang beroperasi secara gratis selama 24 jam penuh. Layanan cepat tanggap ini disiapkan untuk menerima laporan situasi darurat maupun tindak kejahatan.
Tidak hanya seputar masalah hukum dan tindak pidana, layanan Call Center 110 Polres Morowali Utara juga dapat dimanfaatkan warga untuk bantuan kemanusiaan harian.
“Misalnya ada masyarakat yang sakit butuh kendaraan untuk diantar ke rumah sakit, silakan hubungi nomor tersebut, kami (Polisi) pasti membantu,” ungkap Kapolres.
Dengan adanya kemudahan akses ini, masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor polisi jika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan tindakan cepat petugas.
“Masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi ke kantor polisi untuk melapor apabila ada kejadian yang butuh penanganan segera. Cukup hubungi nomor 110, personel Polres Morowali Utara akan sigap membantu,” tegasnya.
Perkuat Sinergi Rumah Ibadah dan Kepolisian
Langkah sosialisasi Kamtibmas ini tidak berhenti di gereja saja. Kepolisian Resor Morowali Utara menjadwalkan kegiatan serupa di masjid serta tempat ibadah agama lainnya secara berkelanjutan.
Para tokoh agama yang hadir menyambut positif inisiatif humanis jajaran kepolisian. Mereka berkomitmen menyosialisasikan penggunaan nomor darurat 110 kepada para jemaat, sehingga potensi gangguan keamanan di wilayah Morowali Utara dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin.
Melalui kemitraan yang erat antara Polri dan masyarakat, diharapkan iklim yang kondusif, aman, dan damai dapat terus terjaga di seluruh wilayah Kabupaten Morowali Utara.**

Opini Anda