POSO- Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menghadirkan pendekatan baru yang lebih interaktif dan menarik bagi umat Kristen dalam memahami isi Alkitab. Melalui serangkaian kegiatan kreatif mulai dari pameran benda-benda bersejarah, seminar, hingga pameran produk penerbitan unggulan masyarakat diajak tidak hanya membaca teks Kitab Suci, tetapi juga memahami langsung konteks sejarahnya.


Koleksi langka yang biasanya tersimpan rapi di Museum LAI Jakarta kini diboyong langsung ke Kabupaten Poso. Kehadiran artefak dan replika benda-benda zaman Alkitab tersebut memberikan pengalaman visual serta edukatif yang nyata bagi para pengunjung.
Kepala Perwakilan LAI Manado, Ansye Wattimury, menjelaskan bahwa kegiatan ini dikemas agar penyampaian firman Tuhan dapat diterima secara lebih kontekstual dan menarik oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Membaca dan mengenali isi Alkitab kini kami kemas dengan cara yang lebih interaktif melalui aneka perlombaan, seminar, serta pengenalan benda-benda sejarah yang tercantum di dalam Alkitab,” ujar Ansye Wattimury.
Ia menambahkan, kehadiran museum keliling ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman iman umat. Menurutnya, umat tidak hanya sekadar membaca ayat atau narasi teks, tetapi juga dapat menyaksikan wujud fisik dari benda-benda bersejarah yang selama ini kerap didengar atau dibaca.
“Museum pusat kami berada di Jakarta, namun koleksinya sengaja kami bawa ke Poso untuk dipamerkan. Jadi, selain mengetahui teks Alkitab, umat dapat mengenal langsung latar belakang sejarah dan budayanya,” tambahnya.
Melalui pameran dan edukasi interaktif ini, LAI berharap minat masyarakat khususnya generasi muda terhadap pemahaman Alkitab dapat terus meningkat, sekaligus memberikan wawasan sejarah yang lebih luas.
Pada hari pertama pembukaan pameran, acara turut dihadiri oleh Asisten I Setdakab Poso Alfred Suangga, para pendeta setempat, Sekcam Pamona Puselemba, serta jajaran mahasiswa STT Tentena yang antusias menyaksikan koleksi bersejarah tersebut. SON

Opini Anda