KOLONODALE — Kapolres Morowali Utara AKBP Junaidy Anthonius Weken, S.I.K., menggelar tatap muka dan dialog langsung bersama para tukang ojek se-Kota Kolonodale di Kelurahan Kolonodale, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan silaturahmi ini digelar guna menyerap aspirasi warga serta mendengarkan langsung keluhan para tukang ojek terkait kendala lalu lintas dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan itu, Subagyo, salah seorang perwakilan tukang ojek, menyampaikan keluhannya terkait sulitnya mendapatkan BBM di SPBU akibat antrean panjang. Bahkan, harga BBM eceran di tingkat pengecer melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp25 ribu per botol.
“Jujur pak, kami sangat kesulitan mendapatkan BBM. Di tingkat pengecer pun susah, bahkan harganya sekarang sudah menyentuh Rp25 ribu per botol,” ujar Subagyo di hadapan Kapolres.
Subagyo meminta pihak kepolisian melakukan pengawasan ketat terhadap alur penyaluran BBM di SPBU. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah praktik penyalahgunaan oleh oknum tak bertanggung jawab yang berdampak pada kelangkaan dan merugikan mata pencaharian tukang ojek.
Selain masalah BBM, warga juga mengeluhkan kondisi traffic light (lampu merah) di Kota Kolonodale yang tidak berfungsi optimal pada jam-jam sibuk pagi hari sehingga rawan memicu kecelakaan lalu lintas.
Kapolres Morowali Utara Janji Tindak Tegas Penyalahgunaan BBM
Menanggapi keluhan tersebut, Kapolres Morowali Utara AKBP Junaidy Anthonius Weken menegaskan bahwasanya jajaran kepolisian siap mengambil tindakan hukum tegas jika menemukan praktik penyalahgunaan BBM di SPBU.
“Kalau kami temukan kendaraan yang mencurigakan atau ada unsur kesengajaan melangsir BBM, pasti langsung kami lakukan penindakan hukum di lokasi,” tegas AKBP Junaidy.
Kapolres mengungkapkan, saat ini modus penimbunan BBM kian berkembang. Salah satu modus yang ditemukan adalah penggunaan kendaraan yang sama secara berulang-ulang dengan memanfaatkan barcode berbeda untuk menguras kuota BBM.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat Polres Morowali Utara bisa membongkar kasus ini, karena kami sudah mengantongi informasi terkait modus tersebut,” tambahnya.
Stok BBM Dipastikan Aman, Lampu Merah Segera Dibenahi
Meski terjadi antrean, AKBP Junaidy mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying. Ia memastikan pasokan BBM dari Depot Pertamina Kolonodale sebenarnya sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Morowali Utara.
“Masyarakat tidak usah khawatir, stok BBM aman,” tegasnya.
Terkait keluhan traffic light, Kapolres berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Morowali Utara untuk melakukan perbaikan fasilitas jalan tersebut. Sebagai langkah cepat, Polres Morowali Utara juga menempatkan personel Lalu Lintas di titik-titik rawan pada jam sibuk pagi hari.
Melalui dialog interaktif ini, sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin erat. Para tukang ojek menyambut positif respons cepat Kapolres Morowali Utara dan berharap masalah BBM eceran mahal serta pembenahan lampu merah dapat segera teratasi.

Opini Anda