MOROWALI – Aktivitas pertambangan kerap diidentikkan dengan kerusakan lingkungan dan hilangnya habitat flora-fauna. Menjawab tantangan tersebut, PT Bima Cakra Perkasa Mineralindo (BCPM), bagian dari Holding Company MAA Group, membuktikan komitmennya melalui program reklamasi dan revegetasi lahan pasca-tambang yang berkelanjutan.
Sejak tahun 2022, perusahaan tercatat telah berhasil merevegetasi lahan bukaan tambang yang telah berstatus mine out seluas 34 hektare di Desa Laroenai, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Tim Environment PT BCPM, Santo, mengungkapkan bahwa tingkat keberhasilan penanaman kembali di area tersebut hampir mencapai angka sempurna.
“Sebanyak 34 hektare telah direvegetasi dan sejauh ini tingkat keberhasilannya mencapai 99 persen. Kami hampir tidak pernah melakukan penyulaman tanaman,” ujar Santo saat mendampingi kunjungan awak media di lokasi pertambangan, Jumat (5/6/2026).
Perawatan Rutin dan Pantau Satwa Endemik
Santo menjelaskan, program reklamasi di PT BCPM tidak hanya berhenti pada proses penanaman bibit. Perusahaan secara konsisten melakukan pemantauan, perawatan, hingga pemupukan rutin untuk memastikan vegetasi tumbuh optimal.
Selain pertumbuhan tanaman, kembalinya satwa endemik lokal ke area tersebut juga menjadi fokus evaluasi. Kembalinya fauna menjadi indikator kuat bahwa fungsi ekologis lahan perlahan mulai pulih.
“Inspeksi dilakukan setiap minggu. Kami memantau pertumbuhan tanaman dari tajuk ke tajuk, termasuk perkembangan tanaman Legume Cover Crop (LCC) atau penutup tanah yang berfungsi menjaga kelembapan serta mengurangi risiko erosi,” jelasnya.
Berdayakan Potensi Lokal Lewat Pupuk Organik
Untuk mendukung keberlanjutan program ini, PT BCPM tengah menyiapkan inovasi ramah lingkungan dengan menggandeng masyarakat lingkar tambang. Perusahaan berencana memanfaatkan fermentasi kotoran sapi milik warga setempat sebagai bahan baku pupuk organik.
Inisiatif ini diharapkan mampu mendongkrak kesuburan tanah pasca-tambang sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi pemberdayaan potensi lokal.
Kombinasi Tanaman Lokal dan Pionir
Dalam mengeksekusi revegetasi, PT BCPM memprioritaskan penggunaan bibit tanaman lokal yang telah dikumpulkan dan diselamatkan sebelum aktivitas penambangan dimulai. Bibit-bibit tersebut disemai dan dibudidayakan terlebih dahulu di fasilitas persemaian (nursery) internal perusahaan.
Tak hanya tanaman lokal, perusahaan juga mengombinasikannya dengan tanaman pionir seperti sengon. Karakteristik sengon yang cepat tumbuh dan berdaya adaptasi tinggi sangat diandalkan untuk:
- Mempercepat pemulihan tutupan vegetasi.
- Memperbaiki struktur dan kondisi tanah.
- Menciptakan ekosistem mikro yang mendukung pertumbuhan tanaman lokal lainnya.
Melalui integrasi program reklamasi yang terukur ini, PT BCPM berkomitmen memastikan bahwa wilayah yang selesai ditambang dapat kembali berfungsi secara ekologis dan memberikan manfaat lingkungan yang berkelanjutan di masa depan.**

Opini Anda