๐ฃ๐ข๐ฆ๐ข๐๐๐ก๐.๐๐ข๐ - Terjadi kasus perkelahian Karyawan PT. Cahaya Pertiwi Indonedia (CPI) salah satu sub kontraktor PT. Boushua Taman Invesment Indonesia Gruop (BTIIG) Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) sehingga menyebabkan salah satu korban meninggal dunia atas nama Hamsin.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Morowali AKBP.Suprianto pada saat ditemuai oleh media ini diruang kerjanya dan kasus tersebut murni kriminal, Selasa (3/1/2022).
Menurutnya, bahwa benar telah terjadi tindak pidana tadi malam sekitar jam 22.00 Wita telah terjadi penganiyaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia atas nama Hamsin.
โInformasi tersebut kita dapatkan dari karyawan yang bekerja dilokasi PT CPI, dan PT CPI adalah sup kontraktor dari PT.BTIIG tersebut,โ ucap Kapolres Morowali.
Menurut Kapolres, awalnya pada pukul 21.30 Wita ada dua saksi yaitu Adikin, Soni, Rian , Adrian dan Nipan itu berada di Kantor PT.CPI , kemudian mereka mendengar seperti ada suara pintu yang ditabrak dan ada suara teriakan yang ia dengar sayup- sayup terdengar nama Saleh.
Selajutnya Asikin dan temanya itu keluar dari Kantor PT.CPI apa yang sedang terjadi, ternyata begitu sampai diluar didapatkan korban Hamsin ini sudah tergeletak dilantai didepan Kantor PT.CPI dengan posisi badan menghadap ke atas.
โKemudian tanganya terlipat kebelakang dan bandanya diangkat oleh Asikin serta Soni yang selanjutnya dibawa ke Puskesmas Wosu dan di Puskesmas dinyatakan meninggal dunia,โ ujarnya.
Masih kata Kapolres Morowali, tanda- tanda yang kita temukan pada tubuh korban akibat benda tumpul yaitu ada yang lecet di dahi, kemudian ada juga bekas senjata tajam dibagian punggung dan robek pumbuluh darah, sehingga terjadilah pendarahan, mungkin karena itu sehingga korban meninggal Dunia.
Selajutnya ada juga saksi yang melihat sesaat sebelum kejadian itu, ada orang saling kejar, disebutkan ciri-cirinya , karena dia tidak kenal jadi disebutkan ciri- cirinya dan selajutnya kita cari informasi, kemudian kita dapatkan identitas yang diduga sebagai pelaku .
โPada pagi hari kita melakukan penyelidikan ditempat tinggal atau tempat kos pelaku dan diduga pelaku tidak ada di tempat. Kemudian kita mencari informasi dan yang bersangkutan melaikan diri kearah Kabupaten Morowali Utara, kita melakukan pengejaran kesana dan tadi pagi sekitar pukul 10.00 Wita salah satu pelaku sudah kita tangkap didaerah Poranda Kabupaten Morowalu Utara,โ ungkapnya.
Ditambahkan Kapores Morowali, kemudian untuk pelaku satunya kita masih melakukan pengejaran dan belum kita dapatkan inisial S, namun satu pelaku sudah kita tangkap inisial R, jadi kita masih melakukan pengejaran dan mudah- mudahan dalam waktu dekat bisa kita tangkap pelakunya.
โUntuk itu menghimbau kepada masyarakat bahwa isu di Desa Ambunu terjadi kekacuan terjadi razia oleh warga Ambunu, saya pastikan tidak ada. Bahwa di Ambunu situasi aman terkedali dan kami langsung ketemu dengan keluarga yang dihadiri Pak Camat, Kapolsek dan Kades,โ terangnya.
โKita juga sudah memberikan pemahaman bahwa kasus ini kriminal murni, tidak ada kaitanya dengan perusahaan, suku dan agama dana lain- lain, ini murni kriminal. Untuk itu masyarakat tidak perlu terpancing dengam isu -isu yang menyebar,” harap Kapolres.
Dirinya juga memastikan dilapangan bahwa situasi dilapangan aman terkendali dan masyarakat ataupun pihak keluarga sudah mempercayakan kepada pihak Kepolisian untuk penanganan kasus ini.
“Kemudian dengan pihak Perusahaan saya juga sudah ketemu dengan pimpinanya dan pihak Perusahaan ikut berduka atas kejadian ini serta akan memberiakan santunan kepada keluarga korban , karena korban adalah karyawan dari Perusahaan tersebut,โ tandas Kapolres Morowali.
(Sumber: STRATEGINEWS.co)

Opini Anda