MOROWALI – Personel Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi, Serda Muh. Saleng, menciptakan terobosan dalam penanganan limbah. Bekerja sama dengan warga lokal bernama Bapak Darmin, ia berhasil mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif jenis Solar B-40 menggunakan alat rakitan sederhana.
Inovasi yang berlokasi di Desa Siumbatu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali ini telah berjalan selama kurang lebih lima bulan. Meski menggunakan teknologi rumahan, hasil yang didapatkan cukup impresif.
Dari satu unit tungku penyulingan yang dioperasikan saat ini, Serda Muh. Saleng dan rekannya mampu menghasilkan sekitar ,
Melihat potensi yang besar, Serda Muh. Saleng berencana melakukan ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam waktu dekat.
“Ke depan, kami berencana menambah jumlah tungku menjadi enam unit. Jika ini terealisasi, kapasitas produksi tentu akan melonjak signifikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya, Rabu (06/05/2026).
Tak hanya sekadar eksperimen, produk Solar B-40 ini mulai dipasarkan kepada warga sekitar dengan harga Rp10.000 per liter. Harga tersebut dinilai sangat kompetitif sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran warga.
Inovasi ini dinilai memiliki dampak ganda (double impact):
- Sisi Ekonomi: Membuka peluang usaha baru dan menyediakan bahan bakar terjangkau.
- Sisi Lingkungan: Mengurangi tumpukan sampah plastik yang selama ini menjadi masalah lingkungan di wilayah Bahodopi.
Visi Serda Muh. Saleng tidak berhenti di bahan bakar cair saja. Ia mengungkapkan tengah mempelajari pengembangan teknologi penyulingan tersebut agar bisa dikonversi menjadi gas yang dapat dimanfaatkan untuk pengisian tabung Elpiji.
Langkah inovatif prajurit TNI ini diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait agar skala produksinya dapat dikembangkan secara lebih profesional dan ramah lingkungan.**

Opini Anda