MOROWALI UTARA – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Desa Lanumor, Kecamatan Mori Atas, dipastikan berlangsung sengit. Dua kandidat resmi muncul ke permukaan: sang petahana, Seprianto Manantuada, dan penantang baru, Lili Kristiani.
Keduanya membawa rekam jejak yang kuat serta visi yang kontras namun bertujuan sama, yakni memajukan Desa Lanumor melalui kemandirian ekonomi dan tata kelola yang bersih.
Seprianto: Fokus Inovasi dan Keberlanjutan
Sebagai petahana, Seprianto Manantuada menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tongkat estafet pembangunan. Di tengah tantangan efisiensi anggaran daerah maupun pusat, ia menekankan pentingnya strategi peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Kita harus mampu berinovasi agar pembangunan tetap berjalan tanpa bergantung penuh pada dana pusat. Strategi peningkatan pendapatan desa adalah kunci kemandirian,” ujar Seprianto, Selasa (5/5/2026).
Seprianto juga menyelaraskan visinya dengan program Pemerintah Kabupaten Morowali Utara untuk menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera (SCS). Pengalamannya memimpin desa dianggap sebagai modal utama dalam menjaga stabilitas pembangunan.
Lili Kristiani: Semangat Perubahan dan Transparansi
Di sisi lain, Lili Kristiani hadir membawa warna baru. Sosok yang merupakan mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini memiliki rekam jejak birokrasi yang mumpuni, di antaranya pernah menjabat sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) serta sekretaris di Dinas Perhubungan.
Mengusung moto “Membangun dengan Hati, Melayani dengan Kasih”, Lili menempatkan transparansi sebagai pilar utama visinya.
- Visi Utama: Mewujudkan Desa Lanumor yang maju, transparan, dan sejahtera.
- Misi: Penguatan ekonomi masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance).
“Transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa adalah fondasi untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan penguatan ekonomi,” tegas Lili.
Momentum Demokrasi Desa
Pilkades Lanumor bukan sekadar persaingan figur, melainkan adu gagasan antara keberlanjutan yang ditawarkan petahana dan pembaruan yang dibawa oleh penantang.
Masyarakat Desa Lanumor kini berada di titik penentu untuk memilih pemimpin yang mampu membawa desa menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan dalam enam tahun ke depan. Dinamika ini diharapkan tetap berjalan kondusif sebagai wujud kedewasaan demokrasi di tingkat desa. AG

Opini Anda