JAKARTA — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menegaskan pentingnya adaptasi teknologi dan peningkatan kompetensi di tengah disrupsi media, tanpa mengorbankan independensi serta kode etik jurnalistik. Pesan tersebut menjadi sorotan utama dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-28 IJTI yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Mengusung tema “Beyond Journalism: Membaca Arah Jurnalisme Televisi di Tengah Ketidakpastian”, ajang ini menjadi ruang refleksi atas tantangan ekosistem media, perkembangan kecerdasan buatan (AI), dan dinamika demokrasi saat ini.
Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menyatakan bahwa perubahan lanskap media dan teknologi merupakan keniscayaan. Namun, prinsip dasar profesi harus tetap menjadi pijakan utama.
“Yang harus terus berubah adalah bagaimana kita menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, sehingga tetap bisa menjalankan fungsi jurnalistik dengan baik. Tapi satu hal yang tidak boleh berubah: kita harus setia kepada kebenaran, berdiri di atas data, dan mendukung publik sepenuhnya,” ujar Herik.
Fokus Kompetensi dan Kebebasan Pers
Herik menambahkan, kualitas karya jurnalistik berbanding lurus dengan standar kompetensi jurnalisnya. Di tengah pesatnya AI dan pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat, jurnalis dituntut untuk tidak sekadar paham prinsip dasar melainkan terus mengasah keahlian teknis dan analitis.
Di sisi lain, IJTI mengingatkan bahwa independensi serta kebebasan pers bukanlah hal yang bisa tumbuh secara otomatis. Pers membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ekosistem yang sehat.
“Demokrasi dibangun salah satunya oleh pers sebagai pilar utamanya. Jurnalis tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus merawat kebebasan pers bersama-sama lewat karya yang positif, berkualitas, serta mengedepankan etika dan kebijaksanaan,” tegasnya.
Melalui momentum HUT ke-28 ini, IJTI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong jurnalisme televisi yang adaptif terhadap perubahan zaman, tangguh menghadapi disrupsi, dan tetap menjadi rujukan tepercaya bagi publik.**

Opini Anda