JAKARTA- Di bawah sorotan ribuan pasang mata dan riuh suasana Istana Merdeka, langkah Celine Olivia Apriani Theo tampak begitu tenang. Siswi SMKN 5 Pontianak itu menggenggam erat baki berbalut kain kuning emas yang siap menerima Sang Saka Merah Putih dalam Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81, Senin (17/8). Namun, di balik ketenangan yang tersaji di layar televisi nasional tersebut, ada debaran dada sang ayah yang tak henti berdoa dari sudut tribune.
Bagi Intonius dan Anastasya, melihat putri tercinta berdiri tegak di hadapan Presiden Prabowo Subianto adalah sebuah mimpi yang melompati batas kesederhanaan. Intonius sehari-hari bertugas sebagai pegawai PPPK di Sekretariat DPRD Kubu Raya, sementara sang istri, Anastasya, memeras keringat sebagai petugas cleaning service di Kantor Bupati Kubu Raya.
Dari peluh dan doa sabar kedua orang tuanya itulah, semangat Celine ditempa. Keberhasilan gadis kelahiran Kubu Raya ini membawakan baki Bendera Pusaka, sebuah amanah paling krusial yang kepastiannya baru ia terima beberapa jam sebelum upacara dimulai menjadi momen paling mendebarkan sekaligus membanggakan.
“Bangga sekali. Sejak kecil Celine memang anak yang sangat disiplin dan punya motivasi tinggi. Kalau punya cita-cita, dia bakal kejar sungguh-sungguh,” ungkap Intonius dengan nada suara bergetar menahan haru.
Rasa bangga yang membuncah ini tak hanya milik keluarga. Nama Kabupaten Kubu Raya turut melambung ke panggung nasional. Penampilan anggun Celine di Jakarta langsung memantik perhatian orang nomor satu di Kubu Raya. Usai upacara berjarak ribuan kilometer itu selesai, Bupati Kubu Raya Sujiwo secara khusus menghubungi Celine via panggilan video.
Sujiwo tak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat mengetahui bahwa sang pembawa baki Bendera Pusaka tingkat nasional tersebut merupakan putri daerah asal Kubu Raya. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pun memastikan telah menyiapkan apresiasi khusus untuk menyambut kepulangan sang srikandi muda.
“Ternyata dia warga Kubu Raya. Tentu ini kebanggaan besar bagi kita semua, bukan cuma keluarga. Pemerintah daerah sudah menyiapkan apresiasi saat Celine pulang nanti,” tegas Sujiwo.
Perjalanan Celine hingga ke titik puncak ini bukanlah hasil semalam. Berawal dari raihan Juara II FLS2N 2024 bidang tarik suara saat masih berseragam SMPN 2 Sungai Raya, keberanian Celine terus terasah hingga ia bergabung dengan Paskibraka Vechter Five SMKN 5 Pontianak. Latihan fisik yang berat, karantina ketat oleh BPIP, hingga tempaan mental yang intensif berhasil mengubahnya menjadi pribadi yang tangguh.
“Rasanya lega luar biasa setelah berbulan-bulan ditempa dan diasah,” ucap Celine seusai menuntaskan tugas besarnya.
Kini, setelah melangkah di karpet merah Istana Merdeka dan membawa harum nama tanah kelahirannya, Celine menatap impian selanjutnya: menembus ketatnya persaingan untuk menjadi Taruni Akademi Kepolisian (Akpol). Sebuah cita-cita besar yang kini didukung penuh oleh doa orang tua dan kebanggaan seluruh masyarakat Kubu Raya.
Sumber : Pontianak Post

Opini Anda