POSOLINE.COM- Aktivitas perusahaan tambang nikel PT. Cetara Bangun Persada (CBP) di Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah, mendapat reaksi dari warga setempat.
Luapan protes ini berawal beberapa pengguna jalan poros trans Sulawesi Provinsi Sulteng- Sulawesi Tenggara harus berhati-hati, pasalnya jalan sering dilewati selain licin dan berlumpur juga sangat membahayakan pengguna jalan.
Warga menilai pihak PT. CBP sangat tidak peduli aktifitas pihak perusahaan dimana merusak lingkungan yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Atas kejadian tersebut, luapan protes warga sehingga sering melakukan memblokade jalan yang berlubang, ironisnya pihak perusahaan PT. CBP seolah-olah menutup mata dan tuli dengan sikap protes ini, parahnya lagi setelah diblokade pihak perusahaan membuka kembali blokiran jalan.
Sementara Pemerintah Desa (Pemdes) Lalampu berupaya mediasi antara warga dan pihak perusahaan PT. CBP sebagai bentuk tanggung-jawab akibat aktivitas yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Undangan tersebut dari Pemdes terkesan diabaikan tanpa dihadiri, beralasan pimpinan
perusahaan berada diluar.
Akhirnya pada hari minggu (08/08/21), warga Desa Lalampu bersama karang taruna kembali mendatangi pihak perusahaan PT CBP untuk menyampaikan soal dampak lingkungan dan sosial.
Salah satu warga Amrin mengatakan masyarakat kecewa atas sikap PT CBP yang seolah-olah tidak perduli dengan persoalan ini.
“Kedatangan warga ke PT. CBP ini adalah bentuk rasa kecewa yang dalam akibat dampak lingkungan dan sosial yg lalai dalam tanggungjawabnya,” minggu 08/08/21) terhadap sejumlah wartawan.
Sementara itu KTT. PT. CBP, Kendi yang di konfirmasi melalui pesan whatsapp, dilansir media nuansa post. (menyebutkan, bapak bisa langsung menghubungi pak Akhlan). Minggu 08/08-21. Demikian halnya, Akhlan dalam konfirmasi lewat WhatsApp,” insya Allah besok ketemu pak,” tulisnya singkat. Wan

Opini Anda