POSO – Pemerintah Kabupaten Poso resmi menggelar Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Tentena Tahun 2026–2046. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Poso ini berlangsung di Torau Resort pada Selasa (27/10/2026).
Wakil Bupati Poso, H. Soeharto Kandar, hadir secara langsung mewakili Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM., sekaligus membuka forum strategis tersebut.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Wabup Soeharto Kandar, Pemkab Poso menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan wilayah yang terarah, inklusif, dan berwawasan lingkungan.
Menurut Bupati Verna, Kawasan Perkotaan Tentena memiliki keunggulan strategis pada sektor pariwisata, kebudayaan, ekonomi lokal, serta kelestarian ekosistem. Oleh sebab itu, penyusunan RDTR menjadi panduan vital pemanfaatan ruang hingga 20 tahun mendatang.
Integrasi Lingkungan Hidup dan Tata Ruang
Bupati menjelaskan bahwa penyusunan dokumen RDTR tidak dapat dipisahkan dari KLHS. Peran KLHS sangat mendasar untuk memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan benar-benar terintegrasi dalam perencanaan daerah.
Pada Konsultasi Publik I ini, fokus utama kegiatan difokuskan pada pemetaan dan identifikasi isu-isu strategis. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menganalisis potensi, tantangan, serta isu lingkungan hidup dan tata ruang yang dihadapi Kawasan Perkotaan Tentena saat ini maupun di masa depan.
Oleh karena itu, Pemkab Poso mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari perangkat daerah, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM)—untuk berpartisipasi aktif menyampaikan aspirasi dan masukan konstruktif.
Dukungan Lintas Sektor untuk Tentena
Acara ini mendapat perhatian luas dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD dan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Poso, unsur Forkopimda, Danramil, Kapolsek Pamona Utara, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Poso.
Hadir pula Camat Pamona Puselemba, Camat Pamona Utara, Rektor Universitas Kristen Tentena, Rektor STT GKST Tentena, Ketua Sinode GKST Tentena, Ketua Majelis Adat, pimpinan Yayasan Panorama Alam Lestari, perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Poso, serta tim ahli/narasumber.
Pemerintah Daerah juga memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Poso beserta seluruh panitia pelaksana. Harapannya, hasil rumusan KLHS-RDTR ini mampu menjadi pijakan kokoh dalam menciptakan Kawasan Perkotaan Tentena yang terencana, berdaya saing, dan tetap harmonis dengan alam.**

Opini Anda