PALU– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai dampak gempa tektonik bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6). Hingga pekan ini, tercatat satu warga meninggal dunia, puluhan luka-luka, dan ratusan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.
Gempa dangkal yang berpusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu. Guncangan kuat ini berdampak parah di beberapa wilayah, terutama Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, serta Kota Palu.
Sigi Alami Dampak Terparah, Satu Warga Meninggal Dunia
Berdasarkan laporan resmi Posko Darurat BPBD Sulawesi Tengah, total warga yang terdampak gempa mencapai 5.784 jiwa dari 1.834 Kepala Keluarga (KK). Korban jiwa dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi.
“Tercatat satu orang korban meninggal dunia teridentifikasi di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi,” demikian petikan rilis data penanganan darurat dari BNPB dan BPBD Sulteng.
Selain korban jiwa, gempa ini mengakibatkan 13 orang mengalami luka berat di Sigi akibat tertimpa reruntuhan bangunan, serta lebih dari 70 orang lainnya menderita luka ringan. Di Kabupaten Poso, dilaporkan terdapat satu warga yang mengalami luka-luka.
Ratusan Rumah Rusak, Jalan di Napu Ambles
Sektor pemukiman menjadi area dengan kerusakan paling masif. Hingga saat ini, total rumah warga yang rusak di seluruh wilayah terdampak mencapai 841 unit.
Kabupaten Sigi mencatat kerusakan tertinggi dengan 800 unit rumah terdampak, yang terdiri dari 720 unit rusak ringan, 68 unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat. Selain rumah, satu jembatan penghubung antara Desa Kamora B dan Desa Tongoa di Sigi juga mengalami gangguan struktural.
Sementara itu di Kabupaten Poso, dampak kerusakan bangunan terdeteksi di Desa Tumora dengan 3 unit rumah warga dilaporkan rusak. Guncangan gempa juga memicu dampak pada infrastruktur jalan vital. Akses jalan di wilayah Napu dilaporkan ambles dan sempat memicu longsoran kecil di jalur yang menghubungkan arah Poso.
Untuk wilayah tetangga, Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 37 unit rumah rusak, sedangkan Kota Palu mencatat 1 rumah rusak. Beberapa fasilitas umum di Kota Palu juga mengalami keretakan minor, termasuk Jembatan III Palu, gedung Auditorium dan Serba Guna Universitas Tadulako (Untad), serta beberapa bangunan perhotelan.
Imbauan dan Penanganan Darurat
Saat ini, fokus penanganan darurat dan penyaluran bantuan logistik dipusatkan di Kabupaten Sigi sebagai wilayah terdampak paling parah.
BPBD Sulawesi Tengah terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan (aftershocks). Warga juga diminta untuk sementara waktu menghindari bangunan atau rumah yang kondisi strukturnya sudah retak atau tidak stabil guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. SON
Sumber Data & Referensi Berita:
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) – Laporan Situasi Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Sulawesi Tengah Juni 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah – Data Protokol Reaksi Cepat Kompilasi Dampak Korban dan Kerusakan Fisik Kabupaten Sigi, Poso, dan Kota Palu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) – Analisis Parameter Gempa Tektonik M 6,7 (Aktivitas Sesar Sausu) tertanggal 16 Juni 2026.

Opini Anda