PALU – Wilayah Palu dan sekitarnya kembali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 4,9 pada Rabu (17/6/2026) dini hari pukul 01.29 WIB. Gempa ini diketahui merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan (aftershock) pasca-gempa utama berkekuatan M6,7 yang mengguncang kawasan tersebut sehari sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di darat pada koordinat 1,11° LS dan 120,32° BT, atau tepatnya 54 km tenggara Palu, pada kedalaman 11 km. Gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Rentetan Gempa Susulan
BMKG melaporkan bahwa frekuensi gempa susulan pasca-gempa utama M6,7 pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB masih cukup tinggi. Hingga Rabu (17/6/2026) pukul 01.55 WIB, tercatat telah terjadi 354 kali aktivitas gempa susulan.
Dari ratusan guncangan tersebut, magnitudo terbesar yang tercatat mencapai M5,2. Masyarakat di wilayah terdampak diminta untuk tetap waspada namun tidak perlu panik berlebihan terhadap rentetan aktivitas seismik ini.
Skala Intensitas Guncangan
Guncangan gempa pada Rabu dini hari dirasakan di sejumlah wilayah dengan skala intensitas yang bervariasi:
- Skala V MMI: Dirasakan di Balinggi, Parigi Moutong.
- Skala IV-V MMI: Dirasakan di Palolo, Sigi dan Torue, Parigi Moutong.
- Skala III MMI: Dirasakan di Kota Sigi Biromaru dan Kota Poso.
- Skala II-III MMI: Dirasakan di Kota Palu.
- Skala II MMI: Dirasakan di Kota Donggala dan Kota Pasangkayu.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan fisik bangunan akibat guncangan tersebut. BMKG juga memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
”Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG, baik melalui website, media sosial terverifikasi, kanal Telegram, maupun aplikasi mobile InfoBMKG,” tutupnya. SON
Sumber : BMKG

Opini Anda