PALU – Kabar duka menyelimuti tanah Sulawesi Tengah. Tokoh agama kharismatik sekaligus simbol perdamaian Poso, KH Muhammad Adnan Arsal, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (27/3/2026).
Kabar berpulangnya pendiri Pondok Pesantren Amanah ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga melalui Yayasan Wakaf Amanatul Ummah.
”Telah kembali menuju Rabb-Nya ayahanda, orang tua, dan guru kita KH. Muhammad Adnan Arsal. Insya Allah beliau husnul khatimah,” tulis pernyataan resmi yayasan tersebut.
Nama Adnan Arsal tidak bisa dilepaskan dari sejarah perdamaian di Kabupaten Poso. Ia merupakan salah satu tokoh utama dalam Deklarasi Malino tahun 2001, sebuah momentum bersejarah yang mengakhiri konflik komunal di Poso yang difasilitasi oleh Jusuf Kalla.
Dedikasinya dalam merajut kembali tali persaudaraan pascakonflik membuatnya dijuluki sebagai “Panglima Damai Poso”. Ketegasannya dalam berdakwah yang dibarengi dengan semangat rekonsiliasi menjadikannya figur yang sangat dihormati, baik oleh kalangan Muslim maupun komunitas lintas agama.
Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan almarhum semasa hidup dan berterima kasih atas doa serta dukungan selama masa perawatan sakitnya.
Berdasarkan informasi terbaru, jenazah almarhum akan diberangkatkan dari kediamannya di Labuhan menuju Kabupaten Poso untuk prosesi pemakaman.
Kepergian KH Adnan Arsal bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Amanah, namun juga kehilangan besar bagi Indonesia yang kehilangan salah satu pejuang perdamaian terbaiknya dari Timur. SON
Dikutip dan dikembangkan dari laporan Metro Sulteng.

Opini Anda