

𝗣𝗢𝗦𝗢𝗟𝗜𝗡𝗘.𝗖𝗢𝗠- Baju adat suku Bada, bahannya lebih banyak terbuat dari kulit kayu, baju ini dalam bahasa Bada disebut Ranta atau Fuya, hingga kini masih dilestarikan oleh warga yang mendiami di dataran tinggi wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.


Proses pembuatannya sendiri memakan waktu yang cukup lama dan unik serta memiliki motif atau corak yang bernilai estetika, pewarnaan yang digunakan pada kain baju tersebut semuanya berasal dari tumbuh-tumbuhan jenis damar, getah kayu, kulit kayu, dedaunan yang berada disekitar hutan lembah Bada Kecamatan Lore Selatan dan Lore Barat, Kabupaten Poso.


Warga setempat masih bertahan untuk pelestarian, walaupun bahan baku semakin sulit ditemukan. Berkat sang maestro budaya adat suku Bada, Antonius Taula masih tetap bertahan keaslian baju adat warisan leluhur


Baju adat Bada ini pernah dipakai oleh Hetty Andika Perkasa istri dari Panglima TNI Jendral Andika Perkasa, ketika mengunjungi Sulawesi Tengah beberapa waktu yang lalu.


Kali ini Baju adat ini dikenakan oleh orang nomor satu di Kabupaten Poso dr. Verna GM Inkiriwang saat membuka resmi Kegiatan Musyawarah Wilayah Ke V Majelis Adat Bada 2022 dan Pengukuhan Majelis Adat Wilayah Bada Periode 2021-2026.


Sekaligus Bupati Poso Verna Inkiriwang dinobatkan sebagai sesepuh adat Tampo Bada yang ditandai dengan penyematan Pohea di kepala Bupati Poso yang disaksikan perwakilan masyarakat adat Tampo Bada. 𝗦𝗢𝗡
Foto : Kominfosandi Poso

Opini Anda