MORUT- Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Morowali Utara, menggelar Rapat Koordinasi perdana atau yang pertama kali sejak dilantik pada 8 September 2021 oleh Ketua PMI Sulteng, Hidayat Lamakarate.
Rakor yang dihadiri 30-an pengurus dan anggota markas daerah ini berlangsung aktif dan komunikatif serta penuh kekeluargaan, di rumah jabatan Bupati Morut di Kolonodale, Senin (21/3) malam.
Rapat dipimpin Ketua PMI Morut Febriyanthy DJ. Hehi Hongkiriwang didampingi Sekretaris sekaligus Kepala Markas PMI Morut, Sudirman.
Feby, panggilan akrab Ketua PMI Morut dalam sambutannya memohon maaf karena sejak pelantikan, baru kali ini dapat merealisasikan penyelenggaraan rakor, karena padatnya kegiatan Ketua PMI yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Morut serta harus mendampingi suami dr. Delis J. Hehi, dalam banyak aktivitasnya sebagai Bupati Morut.
βNamun demikian, meski baru kali ini kita gelar rakor, PMI Morut telah melaksanakan banyak kegiatan bahkan sebelum pelantikan pengurus tahun lalu, sampai saat ini. Ini membuktikan bahwa koordinasi pengurus sudah berjalan dengan sangat baik,β ujarnya.
Saat melantik Pengurus PMI Morut pada 8 September 2021, Ketua PMI Sulteng Hidayat Lamakarate memberikan apresiasi tinggi kepada PMI setempat karena sekalipun pengurus belum dilantik, PMI Morut sudah menggelar banyak sekali kegiatan seperti donor darah, vaksinasi Covid-19, penanganan bencana alam, dan banyak kegiatan sosial lain seperti membagikan sembako untuk keluarga pasien COVID-19.
Sekretaris PMI Morut Sudirman Seleng melaporkan, selama 2022 ini saja, PMI Morut sudah melakukan aksi donor darah tiga kali dan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun sebanyak dua kali dan segera dilanjutkan dalam waktu dekat di dua desa.
Salah satu keputusan penting yang dicapai dalam Rakor adalah segera fungsikan Unit Tranfusi Darah (UTD) karena kebutuhan darah masyarakat, khususnya dari RSUD Kolonodale cukup tinggi. PMI Sulteng telah memberikan dukungan peralatan untuk UTD ini, namun PMI masih mencari tempat yang strategis untuk lokasi UTD.
Rakor juga sepakat untuk melaksanakan aksi donor darah dua kali setiap bulan bekerja sama lembaga-lembaga/organisasi masyarakat, pengusaha, dinas-instansi serta pihak-pihak lain yang tertarik untuk kegiatan sosial ini.
βKita juga harus meningkatkan sosialisasi mengenai pentingnya donor darah dan memberikan pemahaman bahwa donor darah tidak membahayakan kesehatan sehingga tidak perlu takut berdonor darah,β ujar Feby. (MCDD)

Opini Anda