POSOLINE.COM- Wakil Presiden ke-10 dan ke- 12 Yusuf Kalla (JK) saat peresmian meresmikan PLTA Poso Energy 515 MW dan PLTA Malea Energy 90MW di Sulewana, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (25/02-22)
Sebagaimana dalam acara peresmian PLTA ini disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jusuf Kalla menyampaikan soal lambatnya birokrasi di PLN.
Pendiri Kalla Grup ini menyentil terkait lama birokrasi di PLN harus menghabiskan waktu lima tahunan, dengan menyampaikan curhatan ini. Dia berharap proses akan dipersingkat.
Karena pihak PLN membutuhkan beberapa hal untuk mempercepat proses negosiasi perizinan, itupun harus mencapai 23 persen.
“Tadi Pak Dirut sudah paham bagaimana mempercepat proses negosiasi, ini negosiasinya 5 tahun Pak, baru negosiasi 5 tahun. Mengerjakan 7 tahun, jadi 12 tahun,” jelasnya.
Kata JK, begitu juga pembangunan PLTA di Kerinci juga butuh negosiasi lebih dari 5 tahun, “Insyaallah, dengan pimpinan baru dan juga tentu keputusan Bapak, negosiasinya bisa lebih diperpendek, mungkin setahun cukup,” pintanya.
Dia juga menjelaskan banyak orang yang ingin membangun PLTA. Namun kemudian mundur karena birokrasi yang panjang.
“Begitu banyak orang yang mau membangun Pak, terutama PLTA ini. Tapi tidak bisa maju karena soal-soal birokrasinya, bukan teknisnya karena ini birokrasinya yang lambat sekali,” jelasnya.
Bahkan Jusuf Kalla berharap, apabila sistim birokrasi bisa dipercepat dan diperbaiki, dia yakin di seluruh Indonesia bergerak itu para pengusaha-pengusaha membangun PLTA.
“Saya yakin para pengusaha banyak berkeinginan membangun PLTA berkapasitas kecil,” tuturnya. SON

Opini Anda