POSO – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Poso, Sulawesi Tengah, membuktikan bahwa penjara bukanlah akhir dari segalanya, melainkan tempat menumbuhkan harapan dan keterampilan baru. Melalui program pembinaan kemandirian, Bengkel Mebel Rutan Poso kini aktif menghasilkan beragam perabot kayu berkualitas, dikerjakan langsung oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Aktivitas di bengkel ini tidak hanya mengisi waktu, tetapi menjadi sarana efektif bagi WBP untuk mendapatkan bekal keterampilan yang berharga. Salah satu WBP berinisial MT mengaku, kegiatan ini awalnya ia ikuti untuk mengisi waktu luang, namun lama kelamaan menumbuhkan rasa bangga karena mampu menciptakan karya yang bermanfaat.
“Rasanya bangga bisa bikin sesuatu yang bermanfaat, apalagi hasilnya dipakai orang. Dari sini saya belajar sabar dan percaya diri lagi. Mudah-mudahan setelah bebas nanti, saya bisa kerja jujur dan mulai dari nol,” ujar MT, penuh harap.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen Rutan Poso dalam melakukan pembinaan yang produktif. Di tengah serbuk kayu dan bunyi palu, para WBP tidak hanya mengasah teknik pertukangan, tetapi juga membentuk karakter, belajar tanggung jawab, dan membangun kembali kepercayaan diri mereka.
Keterampilan memproduksi mebel ini diharapkan menjadi modal utama bagi WBP agar dapat mandiri, diterima kembali di masyarakat, dan memulai lembaran hidup yang baru dengan pekerjaan yang jujur setelah menyelesaikan masa pidana.**
Sumber : ditjenpas.go.id

Opini Anda