MORUT— Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K., S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya kompetensi, integritas, dan etika dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik. Pesan ini disampaikan di hadapan 81 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kegiatan Latsar PPPK Tahap I tersebut berlangsung di Gedung Diklat BKPSDMD Morowali Utara, Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur, pada Kamis pagi (29/10/2026). Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari Angkatan XXV dan XXVI.
Dalam acara pembekalan ini, Wabup Djira membawakan materi mengenai literasi administrasi pemerintahan. Sementara itu, Kapolres Morowali Utara, AKBP Junaidy Anthonius Weken, S.I.K., memberikan materi penguatan pelayanan publik, pengabdian, serta sinergi antara aparatur negara dan masyarakat.
Kompetensi dan Profesionalisme ASN Morowali Utara
Dalam pemaparannya, Djira menegaskan bahwa aparatur pemerintah wajib memahami tugas dan tanggung jawabnya secara mendalam. Pelayanan yang diberikan juga harus berorientasi penuh pada kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, kemampuan administratif perlu diimbangi dengan sikap profesional, kedisiplinan tinggi, serta kesadaran bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Aparatur pemerintah harus menempatkan masyarakat sebagai pihak yang dilayani. Karena itu, kompetensi dan pemahaman terhadap administrasi pemerintahan menjadi bekal penting agar tugas dapat dilaksanakan secara profesional dan tepat sasaran,” pesan Djira di hadapan para peserta Latsar PPPK.
Kapolres Morut Gaungkan Sinergi “Polisi Bersama Masyarakat”
Di sisi lain, Kapolres Morowali Utara AKBP Junaidy Anthonius Weken menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam acara tersebut bertujuan untuk membangun kemitraan yang kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang abdi negara tidak hanya dinilai dari penilaian atasan semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat.
“Polisi bersama masyarakat,” seru Junaidy yang disambut antusias oleh para peserta Latsar.
Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan tiga pilar utama yang wajib dipegang oleh setiap aparatur negara:
- Kompetensi: Terus meningkatkan wawasan, keterampilan, serta belajar dari pengalaman keberhasilan maupun kegagalan kerja.
- Loyalitas: Menjalankan tugas dengan bersungguh-sungguh sesuai aturan serta mengutamakan kepentingan publik.
- Integritas: Menjaga kejujuran, terutama dalam hal tata kelola keuangan dan pelaksanaan program pemerintah agar bebas dari praktik korupsi.
Ia juga berpesan agar ASN tidak bekerja secara sektoral atau acuh tak acuh ketika menghadapi persoalan di luar kewenangan instansinya. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama penyelesaian masalah di lapangan.
Membangun Budaya Kerja Berorientasi Publik
Menutup sesi pembekalan, Kapolres menekankan bahwa kemampuan akademik dan teknis harus selalu berjalan seiring dengan etika moral yang baik.
“Setinggi apa pun pendidikan dan kemampuan seseorang, tanpa etika yang baik, nilainya tidak akan berarti. Kompetensi harus disertai sikap dan integritas,” tegasnya.
Melalui Latsar PPPK Tahap I ini, para peserta diharapkan mampu bertransformasi menjadi aparatur pemerintah yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki komitmen moral tinggi, jujur, responsif, serta siap melayani masyarakat Kabupaten Morowali Utara secara optimal.**

Opini Anda