MOROWALI UTARA — Ada yang berbeda dan sarat makna dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) tahun ini. Untuk pertama kalinya, upacara bendera peringatan Sumpah Pemuda ke-98 dilaksanakan di dalam Goa Tamano’a, Desa Wawopada, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Rabu (28/10/2026).
Uniknya, seluruh rangkaian upacara tersebut menggunakan bahasa ibu, yakni Bahasa Suku Mori.
Kegiatan ini mengusung tema nasional “Patriotik, Gigih, dan Berempati Pemuda untuk Indonesia”. Ajang ini menjadi perpaduan harmonis antara semangat persatuan pemuda, pelestarian budaya lokal, dan promosi pariwisata warisan alam.
Alasan Pemilihan Goa Tamano’a dan Bahasa Mori
Pemilihan Goa Tamano’a sebagai lokasi upacara bukan tanpa alasan. Panitia pelaksana ingin memperkenalkan potensi wisata alam yang dimiliki Desa Wawopada kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara.
Melalui kegiatan ini, Goa Tamano’a tidak hanya diposisikan sebagai kekayaan alam semata, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk memperkenalkan identitas budaya dan kearifan lokal kepada dunia.
Sementara itu, penggunaan Bahasa Suku Mori —yang merupakan bahasa asli mayoritas masyarakat Kabupaten Morowali Utara— memiliki makna filosofis yang mendalam. Langkah ini menjadi upaya nyata menjaga kelestarian bahasa ibu agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Penggunaan bahasa lokal dalam momen kebangsaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persatuan Indonesia justru tumbuh kokoh di atas fondasi keberagaman bahasa, budaya, dan adat istiadat.
Kolaborasi Lintas Elemen Masyarakat di Morowali Utara
Gagasan kreatif ini lahir dari inisiatif Pemerintah Desa Wawopada yang berkolaborasi sinergis dengan berbagai elemen masyarakat.
Pelibatan publik berjalan luas, mulai dari:
- Organisasi kepemudaan (OKP)
- Masyarakat adat dan tokoh perempuan
- Budayawan lokal
- Unsur pemerintah kecamatan hingga anggota DPRD Kabupaten Morowali Utara.
Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan gotong royong dan dukungan penuh terhadap penguatan pariwisata berbasis budaya di daerah.
Melestarikan Alam dan Budaya dari Dalam Goa
Melalui momentum ini, masyarakat diajak mengenang kembali semangat perjuangan para pemuda yang mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Semangat tersebut kini diadaptasi oleh generasi muda untuk menjaga persatuan, melestarikan warisan budaya, serta berperan aktif membangun desa.
Upacara di dalam perut Goa Tamano’a ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan tarian khas Suku Mori. Penyelenggara berharap agenda ini menjadi langkah awal yang efektif untuk mempromosikan Desa Wawopada sebagai destinasi ekowisata unggulan yang kaya pesona alam dan tradisi.
Dari kedalaman Goa Tamano’a, gema Sumpah Pemuda kembali berkumandang: Berbeda bahasa dan budaya, tetapi tetap satu dalam bingkai persatuan Indonesia. Lestari alamnya, lestari budayanya, dan lestari wisata Goa Tamano’a.
(SON)
🟢 Panduan SEO & Meta Data untuk Publikasi Online:
- Focus Keyphrase: Upacara Sumpah Pemuda Goa Tamanoa Morowali Utara
-
-

Opini Anda