Srikandi Poso: Dari Barisan Paskibraka ke Suara Lantang Parlemen
oleh : SImson Towengke
Mengenal Sesi Kristina Darmawati Mapeda, Sosok yang Menjadikan Aspirasi Rakyat sebagai ‘Harga Mati’. Kabupaten Poso, yang pernah diliputi bayang-bayang konflik, kini memiliki sosok pemimpin perempuan yang vokal dan tegas di parlemen.
Dia adalah Sesi Kristina Darmawati Mapeda, S.H., M.H., politisi senior Partai Golkar yang dikenal sebagai ‘Srikandi Poso’ dengan rekam jejak yang unik—dimulai dari barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional pada tahun 1983.
Perjalanan Sesi Mapeda bukanlah instan. Kehadirannya di kursi legislatif Poso selama dua periode berturut-turut, yang puncaknya ia jabat sebagai Ketua DPRD periode 2019-2024, membuktikan konsistensi dalam komitmen politik. Namun, yang membuat ketokohannya menonjol bukan hanya jabatan yang ia pegang, melainkan filosofi kerjanya: “Aspirasi itu adalah harga mati yang harus kita perjuangkan.”
Latar belakang Sesi sebagai Paskibraka Nasional membekas kuat dalam etos kerjanya. Disiplin, ketegasan, dan penghormatan pada simbol negara yang ia pelajari di Istana Negara, kini ia bawa ke dalam Balai Rakyat. Amanah yang ia emban tidak hanya dilihat sebagai posisi politik, melainkan sebagai sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar yang wajib dijaga di tengah masyarakatnya.
Komitmennya tidak hanya sebatas pembahasan anggaran atau perumusan regulasi, tetapi juga menyentuh isu-isu sosial yang paling rentan, terutama perlindungan terhadap perempuan dan anak.
“Perubahan dimulai dari keberanian bersuara. Kita harus jadi bagian dari gerakan yang melindungi, bukan membiarkan,” tegas Sesi dalam sebuah orasi di Kota Tentena.
Sesi Mapeda menjadi salah satu tokoh yang vokal menolak penyelesaian kasus kekerasan seksual terhadap anak melalui pendekatan restorative justice. Ia berpegangan teguh pada Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), menegaskan bahwa kasus-kasus serius harus dibawa ke ranah peradilan demi memberikan rasa keadilan dan perlindungan nyata bagi korban.
Selain isu perlindungan, Sesi Mapeda juga menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap pemerataan pembangunan di Poso. Ia tercatat sebagai pendukung aktif wacana pemekaran Kabupaten Pamona Raya. Baginya, dukungan terhadap pemekaran adalah bentuk nyata dari upaya untuk memastikan bahwa seluruh wilayah Poso dapat menikmati pembangunan yang merata dan layanan publik yang lebih dekat.
Konsistensi ini—mulai dari mengawal aspirasi pemekaran, memastikan pembangunan desa berkelanjutan melalui peluncuran Roadmap Perhutanan Sosial, hingga mengawal isu sosial seperti kekerasan—menjadikan Sesi Mapeda sebagai representasi yang kuat bagi masyarakat Poso.
Kini, meskipun tidak lagi menduduki posisi Ketua, Sesi tetap aktif menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Poso periode 2024-2029. Dengan perannya saat ini, ia terus berjuang untuk membuktikan bahwa di tengah dinamika politik, komitmen terhadap rakyat dan penegasan keadilan adalah yang utama.
Sesi Mapeda adalah bukti bahwa seorang srikandi bukan hanya tampil gagah di lapangan upacara, tetapi juga berani bersuara lantang di parlemen, memastikan bahwa suara mereka yang rentan dan aspirasi mereka yang terpinggirkan mendapatkan tempat yang layak dan diperjuangkan hingga titik akhir.**
Oleh: Simson Towengke

Opini Anda