Menapakkan kaki di Hotel Jompi Wisata Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara, pengunjung akan disambut pemandangan tak biasa. Bukannya deretan kendaraan, halaman hotel yang bersentuhan langsung dengan bibir pantai ini justru menjadi taman bermain bagi kawanan rusa yang bebas berkeliaran.
Keunikan ini adalah buah tangan sang pemilik, Haji Mahmud Ibrahim, atau yang akrab disapa Haji Mumu. Sosoknya bukan orang sembarangan di Morut. Ia adalah purnabakti birokrat yang pernah menjabat Kepala Dinas PUPR Morowali. Setelah sempat terjun ke dunia politik pasca-pensiun dini tahun 2015, Haji Mumu kini menemukan ketenangan dalam dunia perhotelan dan kecintaannya pada satwa.
βAwalnya hanya ada lima ekor saja yang saya datangkan dari Sulawesi Tenggara tahun 2012,β kenang Haji Mumu saat berbincang di kediamannya, Minggu kedua Mei 2026.
Perjalanan merawat satwa ini tidaklah instan. Haji Mumu sempat merasakan pahitnya kegagalan saat beberapa hewannya mati. Namun, ketelatenannya membuahkan hasil. Kini, populasi rusa lokal tersebut telah berkembang menjadi sembilan ekor.
Setiap hari, kawanan ini dimanjakan dengan stok sayuran segar, terutama kangkung.
Kehadiran rusa-rusa ini menjadi magnet luar biasa. Para tamu, terutama anak-anak, kerap terpaku melihat satwa yang biasanya hanya ditemui jauh di dalam hutan. “Jarang ada hotel yang halamannya ada rusa seperti ini, apalagi di pinggir pantai,” kata Ryan, salah satu wisatawan lokal.
Bagi Haji Mumu, ini bukan sekadar urusan bisnis. Ada pesan konservasi yang ingin ia sampaikan. Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur yang dulu pernah ia nakhodai, ia ingin membuktikan bahwa beton dan aspal bisa bersanding harmonis dengan alam.
Kini, Hotel Jompi bukan sekadar tempat menginap strategis di Kolonodale, melainkan sebuah oase kecil, tempat di mana seorang mantan pejabat membuktikan kasih sayang pada mahluk hidup bisa menciptakan ketenangan yang hakiki.** Simson Towengke

Opini Anda