Masa masa awal kemerdekaan merupakan masa masa yang berat bagi Republik ini.
Masih kuatnya pengaruh Belanda di beberapa kantong di tanah air membuat pusing pemimpin bangsa ini.


Karena itu pada tahun 1950-an Soekarno banyak melakukan kunjungan ke wilayah tana air. Salah satunya dengan menyinggahi Kota Metropollitan Kota Poso yang menjadi pusat pemerintahan Belanda di Sulawesi Tengah.
Tujuannya agar masyarakat Poso berpihak pada Republik. Dan masyarakat Poso menunjukkan kesetiaan dan kecintaannya pada Tanah Air. Dengan menyambut baik pidato berapi api yang disampaikan Soekarno di Lapangan Kasintuwu pada April 1952.
Dalam lawatannya ke Kota Poso itulah rumah ini menjadi saksi sejarah. Terutama kamar yang menjadi tempat tidur Bung Karno selama di Poso pada tahun 1952.
Rumah ini sepertinya sangat mewah pada jamannya, pada saat menerima Bung Karno karena hingga tahun ini 2021 Rumah ini masih kokoh dan terlihat elegan.
Bung Karno di Poso tahun 1952 datang pada saat puncak kegagahannya sebagai seorang Laki-Laki. Berusia 51 tahun dengan tubuh ramping, sangat mempesona.**

Opini Anda