KOLONODALE, – Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K., S.Pd., M.Pd., melepas peserta Jalan Santai Kampanye Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Daerah (P2KBP3AD) Kabupaten Morowali Utara di Pelataran Kantor Bupati Morowali Utara, Jumat pagi (31/7/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat perlindungan perempuan dan anak itu diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari Forum Generasi Berencana (GenRe) Morowali Utara, anggota Dharma Wanita Persatuan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga anak-anak tingkat PAUD/TK sampai SMP.
Jalan santai menempuh rute dari Pelataran Kantor Bupati menuju Gedung Morokoa Kolonodale.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, upaya melindungi keduanya dari berbagai bentuk kekerasan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Perempuan dan anak adalah pilar utama pembentukan masa depan sebuah peradaban. Mari kita jadikan kampanye ini sebagai momentum untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan penuh kasih bagi mereka,” kata Djira.
Ia mengatakan pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan kesetaraan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menurutnya, perempuan yang memperoleh kesempatan di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial akan melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Di sisi lain, Djira mengingatkan pentingnya memenuhi hak-hak dasar anak, mulai dari hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh perlindungan, hingga hak menyampaikan pendapat.
Menurutnya, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan memiliki peluang lebih besar menjadi generasi yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual terhadap perempuan dan anak.
Selain itu, masyarakat diharapkan terus membuka akses pendidikan yang setara bagi anak laki-laki maupun perempuan serta memperkuat solidaritas dalam menciptakan ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak.
“Ibu yang bahagia dan berdaya akan melahirkan anak-anak yang sehat dan cerdas. Sebaliknya, lingkungan yang ramah anak hanya akan terwujud apabila perempuan diberi ruang untuk memimpin, bersuara, dan mengambil keputusan,” ujarnya.
Usai menyampaikan sambutan, Wakil Bupati secara resmi melepas peserta jalan santai dengan mengucapkan, “Bismillahirrahmanirrahim, Jalan Santai Kampanye Perlindungan Perempuan sekaligus memperingati Hari Anak Nasional ke-42 dengan resmi saya nyatakan dilepas.”
Pada kegiatan tersebut, Djira didampingi Ketua I TP-PKK Kabupaten Morowali Utara Ny. Widyawati M. Djira, Kepala Dinas P2KBP3AD Morowali Utara Alno Berniat, SKM., M.Kes., serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.
Setibanya di Gedung Morokoa, peserta mengikuti senam bersama yang melibatkan anak-anak dan kaum perempuan, kemudian menikmati sajian makanan sehat sebagai bagian dari kampanye pola hidup sehat bagi keluarga.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan perempuan dan anak.
Selain mengajak masyarakat menerapkan pola pengasuhan yang positif, kampanye tersebut juga mendorong keberanian melaporkan setiap bentuk kekerasan agar korban memperoleh perlindungan dan pendampingan secara cepat.
Melalui kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan, diharapkan budaya menghormati hak perempuan dan anak semakin menguat sehingga tercipta lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus di Kabupaten Morowali Utara.

Opini Anda