𝗣𝗢𝗦𝗢𝗟𝗜𝗡𝗘.𝗖𝗢𝗠- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso menggelar kegiatan Rembuk Stunting, dibuka oleh Wakil Bupati Poso Yasin Mangun, di Aula Bapelithbangda, Kabupaten Poso, Sulteng, Jumat (10/03-23).
Dihadiri para Kepala OPD, Ketua DPRD Kabupaten Poso, BUMN, BUMD, Perseroan Terbatas, serta Filantropi, Wakil Bupati menekankan bahwa penurunan stunting adalah tanggung jawab semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan perusahaan.
Pemkab Poso telah menetapkan program prioritas nasional percepatan penurunan stunting sebagai indikator kinerja dalam RPJMD Kabupaten Poso tahun 2021-2026.
“Ini target pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Poso untuk penurunan stunting di Poso pada tahun 2026 sebesar 7,8% dari kondisi awal pada tahun 2020 yang mencapai 16,61%. Artinya, penurunan stunting di Poso harus turun 1,56% setiap tahunnya,” kata Wabup Yasin.
Ia mengatakan, data menunjukkan bahwa upaya penurunan stunting di Poso sudah berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM) oleh Dinas Kesehatan, angka stunting di Kabupaten Poso mengalami trend menurun dari 12,38% pada tahun 2021 menjadi 10,07% pada akhir Agustus 2021. Hal ini menunjukkan penurunan sebesar 2,31% dalam satu tahun intervensi.
Yasin mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencegah keluarga yang berisiko agar tidak mengalami stunting, serta menurunkan angka stunting di Kabupaten Poso.
Selain itu, katanya, BUMN, BUMD, Perseroan Terbatas, dan Filantropi diharapkan dapat mencegah stunting melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai tanggung jawab sosial kepada generasi emas Indonesia, khususnya di Kabupaten Poso.
“Dengan upaya bersama, diharapkan Kabupaten Poso dapat menjadi wilayah yang bebas stunting dan menghasilkan generasi yang sehat dan berkualitas.” Pungkasnya. (Prokopim)

Opini Anda