PALU โ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso berhasil memboyong lima penghargaan sekaligus pada Malam Anugerah Pendidikan โBago Nggabeloโ 2026 yang digelar Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah di Swiss-Belhotel Palu, Jumat malam (25/9/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Poso, H. Soeharto Kandar. Capaian ini menjadi bukti komitmen Pemkab Poso dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan di wilayahnya.
Daftar 5 Penghargaan BPMP Sulteng yang Diraih Kabupaten Poso
Berikut adalah lima kategori penghargaan yang berhasil disabet Pemkab Poso pada ajang Apresiasi Kinerja Pendidikan Tahun 2026:
- Daerah Berkemajuan Terbaik dalam Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan 2025.
- Capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tertinggi Tahun 2025.
- Capaian Verifikasi dan Validasi (Verval) Data Anak Tidak Sekolah (ATS) Tertinggi.
- Daerah dengan Kemitraan Terinovatif Periode 2025โ2026.
- Pencetus Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman untuk peserta didik.
Komitmen Bersama Mewujudkan ‘Poso Pintar’
Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekda Prov Sulteng, Drs. Abdul Raaf Malik, M.Si., ditegaskan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi atas inovasi serta praktik baik pemda dalam memajukan dunia pendidikan.
Senada dengan hal itu, Kepala BPMP Sulteng, Dr. Muhammad Anis, S.Si., M.Si., mengingatkan bahwa penghargaan ini bukanlah garis finis, melainkan awal untuk memperkuat kolaborasi demi mencetak generasi emas Sulawesi Tengah.
Menanggapi prestasi tersebut, Wabup Poso H. Soeharto Kandar mengapresiasi seluruh tenaga pendidik, instansi terkait, dan masyarakat Poso. Ia menegaskan bahwa capaian ini sejalan dengan program pilar Poso Pintar.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Poso. Kita ingin anak-anak Poso unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter, integritas, dan kedisiplinan,” ujar Soeharto Kandar.
Ia menambahkan, keberhasilan ini berkat kerja keras lintas sektor dalam membenahi pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS), memperkuat kemitraan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. RED

Opini Anda