MORUT— Baru saja dilantik sebagai Kepala Desa Pawaru kecamatan lembo raya kabupaten morowali Utara, seorang kades perempuan Barokah kitri rimayati,langsung menunjukkan langkah nyata dalam menjalankan tugasnya. Di awal kepemimpinannya, ia langsung melakukan sejumlah pembenahan di lingkungan kantor desa, mulai dari kedisiplinan pegawai, penataan administrasi, hingga kebersihan kantor dan halaman.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang tertib dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Sosok kepala desa perempuan ini pun dikenal sebagai pribadi yang pekerja keras dan tidak ingin menunda-nunda pekerjaan.
Sejak pertama kali masuk kantor, dirinya langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi lingkungan kerja dan administrasi pemerintahan desa. Pembenahan tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga menyasar bagian luar kantor, termasuk halaman desa yang dinilai perlu ditata.
“Kita harus memperbaiki dari dalam dulu, baru keluar. Bagaimana kita bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat kalau dari dalam pemerintahan desa sendiri belum tertata,” ujar kitri sapaan akrabnya.
Menurutnya, kedisiplinan aparatur desa menjadi salah satu hal penting yang harus dibangun sejak awal. Dengan aparatur yang disiplin dan administrasi yang tertata, pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Di tengah kondisi anggaran desa yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, kepala desa tersebut bahkan rela menggunakan dana pribadi untuk melakukan pembenahan awal di lingkungan kantor desa.
Salah satunya dengan melakukan penimbunan material pada bagian depan halaman kantor desa yang kondisinya miring. Langkah itu dilakukan agar halaman kantor menjadi lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat maupun aparatur desa yang beraktivitas.
“Kalau menunggu anggaran, tentu membutuhkan proses. Selama masih bisa saya bantu dengan kemampuan pribadi, saya akan lakukan dulu yang sifatnya mendesak, terutama untuk menciptakan lingkungan kantor yang layak dan nyaman,” katanya.
Ia menegaskan, pembenahan tersebut bukan sekadar mempercantik lingkungan kantor, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih disiplin, tertib dan bertanggung jawab.
Dirinya berharap langkah awal tersebut dapat menjadi contoh bagi seluruh aparatur desa agar bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan semangat kerja dan sejumlah gebrakan di awal kepemimpinannya, Kepala Desa Pawaru berkomitmen menjadikan pembenahan internal sebagai langkah awal untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa Pawaru yang lebih tertib, bersih dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Opini Anda