POSO- Warga Desa Lelio, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki mengapung di tepi Sungai Lariang, tepatnya di wilayah Hulubanga, Kamis (23/7/2026) sore.
Mayat tersebut diduga kuat merupakan Gito Aprianto Lage (31), seorang wiraswasta asal Kota Palu yang sempat dilaporkan hilang akibat tenggelam saat menyeberangi Sungai Lariang pada Juni 2026 lalu.
Kronologi Penemuan Mayat di Sungai Lariang
Penemuan jenazah ini pertama kali diketahui oleh dua warga Desa Lelio, Idul Wengkau (30) dan Felix Hinunu (23), saat sedang mencari ikan menggunakan pukat di sekitar lokasi kejadian.
Sekitar pukul 14.00 WITA, kedua saksi awal mulanya berangkat menuju lokasi Dungkarahu. Satu jam kemudian, mereka bergeser ke area Hulubanga yang berjarak sekitar satu kilometer.
Saat hendak menebarkan pukat sekitar pukul 15.00 WITA, pandangan keduanya tertuju pada sebuah benda berwarna putih yang mengapung tepat di tepi sungai.
“Setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan sesosok mayat laki-laki dalam posisi tengkurap. Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan,” ujar para saksi saat memberikan keterangan.
Mengetahui hal tersebut, kedua saksi segera melaporkan kejadian kepada Kepala Desa Lelio dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas setempat.
Proses Evakuasi dan Identifikasi Korban
Menerima laporan warga, Kapolsek Lore Selatan Iptu I Made Putrayasa, S.H., langsung menerjunkan personel menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta evakuasi.
Proses evakuasi berlangsung dramatis sekitar pukul 17.30 WITA. Personel Polsek Lore Selatan dibantu masyarakat Desa Lelio, Desa Gintu, serta pihak keluarga korban berhasil mengangkat jenazah dari sungai.
Jenazah selanjutnya dibawa ke Puskesmas Gintu sebelum diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan koordinasi kepolisian, identitas mayat diduga kuat adalah Gito Aprianto Lage (31). Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak 12 Juni 2026 setelah berenang menyeberangi Sungai Lariang di wilayah Desa Doda, Kecamatan Lore Tengah.
Dugaan ini diperkuat oleh alur aliran Sungai Lariang yang membentang menghubungkan Desa Doda hingga Lore Selatan dan Lore Barat, serta kesesuaian ciri-ciri fisik korban.
Imbauan Keselamatan dari Kepolisian
Kapolsek Lore Selatan, Iptu I Made Putrayasa, S.H., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini.
“Kami atas nama jajaran Polsek Lore Selatan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Berdasarkan laporan orang hilang dan hasil koordinasi dengan Polsek Lore Tengah, kami menduga kuat jenazah yang ditemukan adalah Gito Aprianto Lage,” ungkap Kapolsek.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga dan pihak yang terlibat aktif dalam proses pelaporan dan evakuasi di medan yang cukup berat.
Iptu I Made Putrayasa turut mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Lariang, mengingat arus sungai yang deras dan kerap membesar saat musim hujan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyeberangi sungai dengan cara berenang atau melakukan aktivitas berisiko tinggi tanpa memperhitungkan keselamatan. Gunakan sarana penyeberangan yang aman,” tegasnya.
Rencananya, usai seluruh proses administrasi dan penanganan medis selesai, jenazah akan dimakamkan oleh pihak keluarga di wilayah Kecamatan Lore Tengah.**

Opini Anda