π£π’π¦π’πππ‘π.ππ’π – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Morowali Utara Febrianthy DJ. Hehi mengajak seluruh organisasi pemerintah daerah (OPD) meningkatkan koordinasi dan sinergitas dalam menangani stunting (kekerdilan).
“Jangan ada yang merasa paling pintar dan paling penting. Kita harus berkolaborasi dan sinergis, jangan ada ego sektoral dalam menangani stunting,” katanya saat memberikan pemaparan pada Rembul Stunting Kabupaten Morowali Utara di Ruang Pola Kantor Bupati Morut di Kolonodale, Rabu (27/4) petang.
Rembuk stunting ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai OPD serta aparat kecamatan dan desa.
Rembuk stunting yang diselenggarakan Bapelitbangda Morut ini dibuka Bupati Morut Delis J. Hehi sedangkan Wabub H. Djira, Sekkab Musda Guntur serta beberapa Kepala OPD tampil memaparkan program dan langkah-langkah teroboson mereka dalam mengintervensi penanganan dan pencegahan stunting.
Menurut Feby, seluruh negara di dunia memberikan perhatian terhadap masalah kekerdilan ini sebab efek jangka panjangnya yang ditakuti.
Namun hal penting pertama yang perlu diperhatikan sebelum mengintensifkan penanganan stunting adalah penyediaan data kasus stunting dan berpotensi stunting. Datanya harus riil nama pernama (name by name) beserta alamat masing-masing yang jelas.
Data ini tak sekedar berapa yang benar-benar stunting dan berpotenasi stunting tetapi juga penyebab mengapa dia stunting, apakah karena faktos kemiskinan, kekurangan gizi/protein, ataukah faktor ibu (orang tua) atau faktor lainnya.
“Setelah data-data ini tersedia, barulah kita melakukan intervensi sesuai kebutuhan setiap warga stunting. Intervensinya pun harus terintegrasi, jangan jalan sendiri-sendiri. Ini yang kami lakukan sejak saya dilantik jadi Ketua Tim Penggerak PKK Morut,” ujar ibu tiga anak ini.
Feby, panggilan akrab isteri Bupati Morut ini mengungkapkan bahwa penyediaan data stunting di Morut sampai saat ini masih sangat membingungkan karena semua OPD membuat data sendiri dan hasilnya berbeda-beda.
“Kalau boleh saya sarankan agar pendataan stunting ini kita kembalikan dan fokuskan ke Dinas Kesehatan saja karena merekalah yang menguasai kriteria stunting dan potenni stunting. Jadi, pintu data nanti hanya di Dinkes,” ujarnya. π πππ

Opini Anda