POSO – Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso menggelar Dialog Kebangsaan sekaligus menyerahkan bantuan atensi bagi eks narapidana terorisme (eks napiter) di Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari Desa Masani dan sekitarnya ini mengusung tema “Sinergi Masyarakat, Pemerintah, dan Tokoh Agama dalam Membangun Dusun Tamanjeka yang Aman dan Inklusif”. Acara ini merupakan tindak lanjut dari program Direktorat Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial, dan Korban Perdagangan Orang Kemensos RI.
Turut hadir dalam acara ini Direktur Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Dr. Rahmat Kusnadi, M.Si., Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Poso Ir. Abdul Kahar Latjare, S.T., M.Si. (mewakili Bupati Poso), Dekan FEBI UIN Datokarama Palu Dr. Sagir Muhammad Amin, M.Pd.I., Kepala Dinas Sosial Poso Ir. Yusak Mentara, M.M., serta jajaran Kesbangpol dan TNI-Polri.
Perkuat Reintegrasi Sosial dan Ekonomi Eks Napiter di Tamanjeka
Direktur Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Rahmat Kusnadi, menjelaskan bahwa Dialog Kebangsaan dan penyaluran bantuan ini bertujuan untuk memperkuat proses reintegrasi sosial penerima manfaat di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun komunikasi yang baik antara eks napiter di Tamanjeka, masyarakat, dan pemerintah. Langkah ini penting agar proses reintegrasi sosial berjalan positif serta mendukung situasi Poso yang aman dan harmonis,” ujar Rahmat.
Ia menegaskan, keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi dan kemandirian ini membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga tingkat desa. Kemensos RI berjanji akan terus berkoordinasi agar penyaluran bantuan lanjutan tepat sasaran.
Pemkab Poso Dorong Kerukunan dan Kebersamaan
Mewakili Bupati Poso, Abdul Kahar Latjare mengapresiasi perhatian Pemerintah Pusat. Menurutnya, kondisi Kabupaten Poso saat ini semakin damai dan kondusif, sehingga ruang dialog seperti ini sangat krusial untuk menjaga kerukunan antarelemen masyarakat.
“Kondisi damai ini perlu kita jaga bersama melalui toleransi dan kebersamaan. Bantuan yang diberikan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan harian sekaligus menjadi pemicu kemandirian ekonomi,” tutur Abdul Kahar.
Selain membahas reintegrasi, Abdul Kahar juga mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengingat wilayah Poso sedang memasuki musim kemarau.
Peran Keluarga dalam Ketahanan Sosial
Dalam sesi materi, Dekan FEBI UIN Datokarama Palu, Dr. Sagir Muhammad Amin, menekankan pentingnya penguatan ketahanan keluarga pasca-reintegrasi sosial bagi para eks napiter di Tamanjeka.
“Keluarga adalah lingkungan terkecil yang menanamkan nilai agama, kebangsaan, dan toleransi. Keberkahan dan kekuatan suatu negara diawali dari ketahanan keluarga,” tegas Sagir.
Acara diakhiri dengan diskusi interaktif dan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada para penerima manfaat. Sinergi ini diharapkan dapat memperkokoh persatuan, kerukunan, serta kemandirian ekonomi masyarakat Poso secara berkelanjutan.**
Sumb: Kominfosandi Poso

Opini Anda