POSO– Kapolsek Lore Selatan IPTU I Made Putra Yasa, S.H., memberikan sosialisasi tentang anti-bullying kepada para siswa dan guru SDN Bomba, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna SDN Bomba. Rabu (29/10/2025) sekitar pukul 09.00 WITA.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Lore Selatan menjelaskan berbagai bentuk tindakan bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, baik secara fisik, verbal, maupun sosial.
“Bully secara fisik misalnya menendang, mendorong, meludahi, atau menampar teman. Secara verbal bisa berupa menghina, memaki, atau memanggil nama orang tua teman dengan tujuan merendahkan. Sedangkan secara sosial contohnya menyebarkan kebencian atau kekurangan teman melalui media sosial seperti WhatsApp maupun Facebook,” ujar IPTU I Made Putra Yasa di hadapan para siswa.
Selain memberikan penjelasan, Kapolsek juga membuka sesi tanya jawab dengan para siswa. Salah satu siswa bernama Widi Natalia Toii bertanya tentang hukuman bagi pelaku bullying. Menanggapi hal tersebut, Kapolsek menjelaskan bahwa pelaku bullying dapat dikenai sanksi hukum, apalagi jika tindakan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka berat atau bahkan meninggal dunia.
“Negara kita adalah negara hukum yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Karena itu, siapa pun yang melakukan kekerasan atau perundungan dapat diproses secara hukum,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolsek Lore Selatan menyampaikan himbauan kepada para siswa agar saling menghargai, menumbuhkan rasa empati, dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman, baik secara fisik maupun melalui ucapan.
Kapolsek juga berpesan agar siswa lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak menyebarkan informasi pribadi atau kekurangan orang lain, dan menggunakan media digital untuk hal-hal yang positif.
Sementara itu, kepada para guru, Kapolsek menghimbau agar senantiasa memberikan perhatian dan pengawasan terhadap perilaku siswa di lingkungan sekolah, serta menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, sopan santun, dan saling menghormati.
“Peran guru sangat penting dalam membentuk karakter anak. Dengan komunikasi yang baik antara guru, siswa, dan orang tua, kita bisa mencegah terjadinya tindakan bullying di sekolah,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Para guru dan siswa merasa senang dengan sosialisasi yang diberikan, karena menambah wawasan dan kesadaran mereka untuk saling menghargai dan tidak melakukan tindakan bullying.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakasek SDN Bomba, Elisa Kalara, S.PAK, bersama para guru, Bhabinkamtibmas Desa Bomba Bripka Alfredson Ndonga, serta seluruh siswa-siswi SDN Bomba.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga berakhir pada pukul 10.05 WITA.**

Opini Anda