𝗣𝗢𝗦𝗢𝗟𝗜𝗡𝗘.𝗖𝗢𝗠– Bupati Morowali Utara Delis J. Hehi, hari Rabu (25/5) pagi, menghadiri acara penilaian Desa Tananagaya yang terpilih menjadi wakil Kecamatan Mamosalato dalam Lomba Desa Tingkat Kabupaten Morut Tahun 2022.
Saat memberikan sambutan di depan ratusan hadirin termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Febrianthy DJ. Hehi, sejumlah Kepala OPD Camat Mamosalato dan para kepala desa, Delis memuji desa tersebut.
“Saya dapat laporan bahwa di desa ini berdiam penduduk dari 16 suku, tapi suasana kamtibmasnya bagus sekali dan rakyat hidup berdampingan dengan damai,” ujarnya.
Delis mengatakan bahwa Morut dewasa ini menjadi incaran para penanam modal baik nasional maupun mancanegara.
“Prasyarat terutama agar para investor tertarik menanam modalnya di Morut adalah stabilnya situasi kamtibmas,” ujar Delis yang akrab disapa ‘dokter’ ini.
Ia menjelaskan bahwa Morut punya visi besar menjadi daerah yang sehat, cerdas dan sejahtera (SCS).
Di bidang kesehatan, salah satu capaian penting dalam setahun terakhir adalah keberhasilan menjadi daerah dengan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan (Universal Health Coverage-UHC) 98 persen dari total penduduk.
“Di Sulteng hanya dua daerah yang UHC-nya sudah di atas 90 persen,” ujar Delis lagi dan berharap UHC Morut bisa segera capai 100 persen.
Di bidang kesehatan, Morut sudah merealisasikan pendidikan gratis di SD dan SMP serta memberikan bea siswa kepada seluruh mahasiswa Morut.
“Saya sudah tegaskan kepada Kepala Dinas Pendidikan agar tidak ada anak-anak kita yang tidak bisa sekolah karena tidak ada gedung sekolah, tidak ada guru dan tidak ada biaya,” ujarnya.
Adalah tanggung jawab pemda untuk menyiapkan gedung sekolah berikut sarana dan prasarananya serta guru-gurunya, dan juga biaya pendidikannya gratis.
Khusus pemberian beasiswa kepada mahasiswa, Bupati Delis juga minta Kadis Pendidikan untuk terus memantau agar tidak ada yang terlewat.
“Saya juga sudah minta Kadis Pendidikan untuk membuat aplikasi khusus pendaftaran dan pemantauan penyaluran program beasiswa di HP android yang akan diluncurkan dalam waktu dekat,” kata Delis lagi.
Sedangkan di bidang kesejahteraan, Pemkab Morut punya tiga program unggulan yakni Gempar (gerakan memanfaatkan pekarangan), Pajeko (pengembangan jenis komoditi khusus) serta pemberian bantuan sebesar Rp300 juta/desa untuk membiayai kelompok petani/peternak/perikanan, kelompok pemuda dan kelompok perempuan.
“Kita fokuskan program ini ke desa-desa, karena kalau warga 122 desa dan 3 kelurahan sudah SCS, maka seluruh Morut sudah pasti SCS,” ujarnya. 𝗠𝗖𝗗𝗗

Opini Anda