MOROWALI, POSOLINE.COM- Dandim 1311/Morowali langsung gerak cepat melakukan penanganan dini dari dampak abrasi SD Qur,an Qurrata Ayyun dan rumah Tahfidz Balita dan anak (RUTABA) yang berada di Desa Bahomoleo, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali.
Dari keterangan Kepala Sekolah SD Qur,an Qurrata ayuun Andi Muhanmad Yunus, menjelaskan, berkat pemberitaan media online Metrosulteng 01 Januari 2022, besoknya Dandim langsung memerintahkan Babinsa Bahomoleo melihat kondisi di sekolah didampingi oleh aparat desa untuk berdiskusi terkait kondisi sekolah ini.
“Saya lagi mengajar, terus pak babinsa datang bersama aparat desa, minta berdiskusi melakukan penanganan dini,katanya ini perintah dari pak dandim,akhirnya kita berdiskusi,untuk sementara kita membutuhkan ban mobil,sambil menunggu bantuan batu gajah,” jelas Andi.
Tak berselang lama, lanjut Andi, 2 hari kemudian setelah berdiskusi pak babinsa menelfon suruh menunggu di sekolah ada bantuan ban yang mau datang.
“Alhamdulillah, Saya pikir waktu kita diskusi, hanya angin surga, saya tidak sangka ternyata datang betul bantuannya, karena sebelumnya juga pernah ada yang datang begitu diskusi,tapi tidak ada realisasinya,ini tidak lama setelah diskusi langsung terealisasi,” terang Kepala Sekolah, Jumat (21/1/22)
Olehnya,andi yang selaku kepala sekolah SD Qur,an Qurratan Ayyun sangat bersyukur dan mengapresiasi atas bantuan yang usahakan oleh Dandim 1311/Morowali yang sekarang di pimpin oleh Letkol. Infantri Constantinus Rusmanto.
“Intinya,kami sangat senang,mewakili guru dan anak SD qur,an Qurratan ayyun dan para anak-anak tahfidz balita dan anak kami ucapkan banyak terimakasih, khususnya ke pak Dandim kami ucapkan banyak terimakasih atas kepeduliannya melihat kondisi sekolah kami,” ujar andi.
Terakhir, Kepala sekolah Qur,an Ayyun menyampaikan bahwa ban mobil ukuran mobil fuso ini didapat dari beberapa perusahaan yaitu PT IMIP dan PT GNI yang dikordinasikan oleh DANDIM 1311/morowali,dimana jumlah keseluruhan mencapai 500 biji yang sementara telah berada di lokasi berjumlah kurang lebih 135 biji.
“Iya baru 4 kali pengangkutan, yang pertama jumlahnya 25 dari PT. IMIP begitupun yang kedua di angkut menggunakan mobil tentara, ketiga dari PT. GNI yang di Morut jumlahnya juga sama, masih pake mobil tentara diangkutnya. Terakhir saya kurang tau dari mana itu jumlahnya banyak karena mobil besar,” terang kepala sekolah ini.

Opini Anda