MOROWALI – Keluhan masyarakat Desa Fatufia terkait paparan debu batu bara yang masuk ke area pemukiman mendapat sorotan mendalam dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Morowali, Yopi Sabara.
Legislator muda yang dikenal vokal mengawal isu-isu kerakyatan ini menegaskan bahwa pesatnya aktivitas industri di Morowali tidak boleh sampai mengorbankan ruang hidup dan kesehatan masyarakat.
“Investasi memang penting untuk kemajuan daerah, tetapi kesehatan dan keselamatan warga adalah hal yang paling utama,” tegas Yopi Sabara saat memberikan keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Yopi menilai masalah pencemaran ini sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan bagi kenyamanan warga sehari-hari.
“Keluhan warga Desa Fatufia mengenai debu batu bara yang masuk hingga ke dalam rumah ini harus segera ditangani. Ini ancaman serius bagi kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak kita dan lansia,” lanjutnya.
Desakan Evaluasi SOP dan Inspeksi Lapangan
Atas kondisi tersebut, pihak perusahaan terkait didesak oleh Yopi untuk segera mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan material batu bara mereka. Selain itu, inspeksi lapangan juga diminta untuk segera dilakukan oleh instansi teknis di Pemerintah Daerah Morowali guna memastikan aturan lingkungan ditegakkan secara penuh.
“Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret, harus jemput bola. Jangan tunggu sampai ada lonjakan kasus penyakit pernapasan (ISPA) baru kita ribut mencari solusi. Perusahaan wajib meminimalisir polusi ini dengan standar mitigasi lingkungan yang ketat,” tambahnya.
Sebagai Ketua Komisi I, Yopi berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini agar solusi nyata segera diberikan oleh pihak pengelola kawasan. Ia memastikan lembaga legislatif tidak akan diam terhadap penderitaan warga akibat dampak buruk aktivitas industri.
“Morowali ini rumah kita bersama. Silakan beroperasi mencari keuntungan di Morowali, tapi pastikan hak warga untuk menghirup udara bersih dan hidup sehat tidak dirampas,” tutup Yopi.**

Opini Anda