POSO- Pemerintah Kabupaten Poso kembali mencatatkan capaian positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Poso turun secara konsisten dalam lima tahun terakhir. Angka tersebut merosot dari 15,92 persen pada tahun 2021 menjadi 12,90 persen pada tahun 2025.
Pemerintah daerah mencatat penurunan sebesar 3,02 poin persentase. Angka ini menjadi indikator keberhasilan berbagai program pembangunan daerah. Pemkab Poso menjalankan program ini bersama pemerintah desa, pemerintah pusat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
Strategi Pemkab Poso Menekan Angka Kemiskinan
Pemerintah fokus melaksanakan berbagai kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Program-program tersebut meliputi:
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)
- Penguatan perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur dasar
- Pemberdayaan ekonomi masyarakat dan UMKM
- Pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
- Perluasan akses pendidikan serta layanan kesehatan
Capaian ini otomatis memperbaiki posisi Kabupaten Poso dalam peta kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah. Pada tahun 2021, Poso berada di peringkat ketiga daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Namun, pada tahun 2025, posisi Poso membaik dan turun ke peringkat keempat.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Poso tetap berkomitmen mempercepat penurunan angka kemiskinan. Pemkab Poso akan memperkuat peran Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), memperbarui data kemiskinan, serta mengintegrasikan program lintas sektor agar bantuan pemerintah semakin tepat sasaran.
Komitmen Bupati Verna Inkiriwang Lewat RPJMD 2025–2029
Bupati Poso, dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM., mengapresiasi kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam membangun daerah.
“Penurunan angka kemiskinan merupakan bukti bahwa pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Poso semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun, capaian ini bukanlah akhir dari perjuangan,” ujar Bupati Verna.
Beliau menambahkan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras agar semakin banyak masyarakat keluar dari zona kemiskinan. Caranya adalah melalui pembangunan ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas pelayanan dasar, serta pemberdayaan masyarakat sesuai arah kebijakan RPJMD Kabupaten Poso.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Poso akan memperkuat pelaksanaan program prioritas. Pemkab Poso berfokus meningkatkan kesempatan kerja, menarik investasi, serta menguatkan UMKM dan ekonomi kerakyatan. Sektor pariwisata juga menjadi motor penggerak ekonomi baru daerah.
Selain ekonomi, fokus pelaksanaan RPJMD Kabupaten Poso Tahun 2025–2029 juga menyasar perlindungan sosial bagi kelompok rentan dan penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Bupati Verna menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar keberhasilan di atas kertas, melainkan cerminan dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang nyata.
“Melalui RPJMD Kabupaten Poso Tahun 2025–2029, kami akan terus memperkuat program-program yang berpihak kepada rakyat. Kami memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses yang adil terhadap pelayanan dasar,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Poso sangat optimistis tren positif ini akan terus berlanjut. Lewat kolaborasi solid antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan warga, Pemkab yakin bisa mewujudkan Kabupaten Poso yang maju, tangguh, terdepan, berdaya saing, dan berkelanjutan. SON

Opini Anda