MOROWALI UTARA — Suasana penuh kekeluargaan dan sukacita mewarnai Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Jemaat GKST Efrata Peonea di Desa Peonea, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara, Sabtu (26/9/2026) sore.
Ibadah syukur tersebut mengusung tema “Satu Hati, Satu Tujuan, Satu Misi dalam Kasih Kristus” serta subtema “Melalui Semangat Persatuan dan Persaudaraan, Jemaat GKST Efrata Peonea Terus Bertumbuh, Melayani, dan Bersaksi Bersama bagi Kemuliaan Tuhan”.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, bersama Ketua TP-PKK Morowali Utara yang juga Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt.
Kehadiran Bupati Delis bukan sekadar memenuhi undangan. Dalam ibadah syukur HUT ke-77 GKST Efrata Peonea tersebut, ia didaulat menjadi pelayan firman untuk menyampaikan refleksi iman dan pesan kebersamaan.
Rombongan disambut hangat oleh Ketua Majelis Jemaat GKST Efrata Peonea Pdt. Yet Muliana Sanggona, S.Th., Pdt. Mariansi Sawilan, S.Th., Kepala Desa Peonea Kriswal Wiko Maroangi, Camat Mori Atas Akron Suyut Tampake, S.Pd., serta Kapolsek Mori Atas AKP Sonny Rivaldo Mandias, S.H., M.A.P.
Pesan Persatuan dan Refleksi Iman Bupati Delis
Dalam khotbahnya, Bupati Delis mengajak jemaat memaknai usia 77 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti kesaksian panjang tentang penyertaan Tuhan.
“Kalau sampai hari ini di usia 77 tahun jemaat ini masih berdiri, itu adalah perjalanan iman yang panjang. Ada air mata, pengorbanan, tenaga, dan materi yang diberikan oleh generasi terdahulu. Kita percaya Tuhan yang menyertai perjalanan ini akan terus menyertai langkah ke depan,” ujar Delis.
Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan. Menurutnya, perbedaan pendapat dalam kehidupan bergereja adalah hal lumrah, namun tidak boleh memutus tali persaudaraan.
“Jika kita satu hati, satu tujuan, satu misi, dan tetap hidup dalam kasih Kristus, jemaat ini akan terus dipelihara Tuhan. Kita dipanggil bukan hanya untuk diberkati, tetapi juga untuk menjadi berkat,” lanjutnya.
Bupati juga berharap Jemaat GKST Efrata Peonea membawa dampak positif bagi Desa Peonea, Kecamatan Mori Atas, hingga Kabupaten Morowali Utara secara keseluruhan.
“Jadilah terang bagi Peonea, Mori Atas, dan Morowali Utara. Teruslah bertumbuh, melayani, dan bersaksi,” pangkasnya.
Sejarah Singkat Perjalanan Jemaat GKST Efrata Peonea
Sejarah perjalanan Jemaat GKST Efrata Peonea bermula dari perpindahan masyarakat dari dua kampung lama, yaitu Matangkoro dan Pandiri.
Kala itu, Kampung Matangkoro menghadapi keterbatasan lahan pertanian, sedangkan Kampung Pandiri mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Tokoh dari kedua kampung kemudian sepakat berpindah dan menyatu di lokasi yang kini dinamakan Desa Peonea.
Pada 17 September 1949, rumah gereja pertama di Peonea resmi digunakan. Momen bersejarah ini menjadi fondasi awal dan diperingati sebagai hari lahir jemaat setiap tahunnya.
Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Yet Muliana Sanggona, S.Th., menjelaskan bahwa perayaan tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya hari ulang tahun jemaat dilaksanakan terpisah dari HUT Desa Peonea.
“Sesuai keputusan rapat jemaat tahun pelayanan 2026, mulai tahun ini HUT jemaat berdiri sendiri. Puji Tuhan, hari ini bisa terlaksana dengan baik,” tutur Pdt. Muliana.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga jemaat, panitia, serta Bupati Delis yang telah meluangkan waktu hadir dan melayani di tengah kesibukannya.
Ajaran Kebersamaan dari Senator Febriyanthi Hongkiriwang
Sementara itu, Senator DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang turut menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan 77 tahun jemaat. Ia mengibaratkan jemaat seperti satu tubuh Kristus dengan berbagai fungsi organ yang saling melengkapi.
“Ada yang menjadi kaki, tangan, mata, dan telinga. Namun, kita semua adalah satu dalam tubuh Kristus,” ungkap Febriyanthi.
Ia juga mengajak warga jemaat untuk menyertakan pembangunan Kabupaten Morowali Utara dalam doa-doa syafaat, serta memohon dukungan doa untuk tugas pelayanan Bupati Delis.
“Bupati juga manusia, bukan Superman. Kadang bisa lelah atau sakit. Dukungan doa jemaat sangat penting agar beliau selalu diberi kekuatan membawa Morowali Utara semakin sehat, cerdas, dan sejahtera,” tuturnya.
Acara puncak perayaan HUT ke-77 GKST Efrata Peonea diakhiri dengan prosesi tiup lilin kue ulang tahun secara sederhana namun hangat bersama Bupati Delis, Febriyanthi Hongkiriwang, tokoh masyarakat, dan seluruh warga jemaat.**

Opini Anda