πππππ- Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Morowali Utara IM Arief Ibrahim, SH, M.Kn, mendorong para pelaku dunia usaha di daerah ini untuk secepatnya beradaptasi dengan kemajuan di era digitalisasi saat ini.
Penggagas platform digital Draiv di Morut itu menggambarkan Kabupaten Morowali Utara saat ini bukan lagi tempat singgah atau transit sementara, tetapi sudah menjadi tempat tinggal.
“Saat ini kita akan merayakan HUT Morut yang ke-10. Baru sepuluh tahun, tapi kemajuan daerah ini demikian cepat. Mau tidak mau akan berpengaruh di dunia usaha. Transaksi bisnis sudah mengarah ke transaksi digital,” jelas Arief.
Harapan itu disampaikan saat tampil memberikan materi pada Sosialisasi Mitra Bukalapak (warung digital) dan Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian) di Kolonodale, Kamis (12/10/2023).
Kegiatan yang diikuti puluhan pelaku usaha di Morut (warung, kios, lapak) itu dilakukan atas kerjasama Kadin Morut, Bukalapak dan Bank Sulteng.
Dalam pertemuan itu hadir pula Pemimpin Unit Kerja Kajian Bisnis dan Produk Bank Sulteng Roy Tanod, pimpinan B2B FMCG Buka Mitra Indonesia Hita Supranjaya dan tim dari Bukalapak.
Arief Ibrahim mengemukakan di kota-kota besar saat ini orang lebih senang bertransaksi secara online karena jauh lebih praktis dan aman.
Karena itu, pelaku usaha di Morut juga harus jeli membaca fenomena ini dan secepatnya menyesuaikan diri dengan bertransformasi dari bisnis secara offline ke online.
“Orang luar yang ke sini (Morut) rata-rata sudah terbiasa bertransaksi secara online, mereka merasa tidak nyaman dengan memegang uang tunai,” jelasnya.
Arief juga mengungkapkan saat ini tercatat sebanyak 9.037 orang yang terkoneksi dengan aplikasi Draiv. Jumlah ini bertambah terus seiring dengan berkembangnya dunia kuliner di daerah ini.
Pada kesempatan tersebut, Pemimpin Unit Kerja Kajian Bisnis dan Produk Bank Sulteng Roy Tanod menjelaskan tentang manfaat bertransaksi dengan menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Menurutnya, QRIS adalah standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Pembayaran Indonesia (ASPI).
QRIS memudahkan proses transaksi dengan QR code agar lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya dengan melakukan scan QR Code menggunakan M-Banking bank mana saja tanpa dikenakan biaya administrasi antar bank.
“Dengan menggunakan QRIS mengurangi risiko uang tunai hilang atau dicuri serta mencegah peredaran uang palsu,” jelasnya. ππππ

Opini Anda