𝗣𝗢𝗦𝗢𝗟𝗜𝗡𝗘.𝗖𝗢𝗠- Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia yakni Kikin P. Tarigan S, S.Pd,.M.M.Agr, menghadiri undangan dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Cabang Toraja Utara dalam rangkaian merayakan Ulang Tahun ke-36 PPDI, dirangkaikan Fokus Group Diskusi dan Musda, pada 21-22 Maret 2023.
Sebelum ke Rantepao, anggota KND RI ini melakukan audiensi dengan pihak Pemkab Tana Toraja, dalam hal ini Dinas Sosial dan mengadakan audiensi ke Kampus UKI Toraja diterima oleh Rektor UKI Toraja, Dr Oktanvianus Pasoloran, M.Si, Ak.
Di mengatakan, pada pertemuan itu membahas perguruan tinggi bisa memahami tentang disabilitas. Kikin menjelaskam lembaga publik dalam hal ini perguruan tinggi wajib mengetahui dan memahami secara komprehensif konsep inklusi, karena telah tertuang dalam UU No 8 Tahun 2016 tentang Perlindungan Penyandang Disabilitas.
Kedatangannya membuat Rektor Oktavianus Pasoloran merasa senang dengan KND RI ke UKI Toraja. Ini merupakan kehormatan terhadap kampus terbesar di Tana Toraja dan Toraja Utara.
“Kami berjanji akan menjadikan kampus UKI Toraja menjadi kampus yang ramah disabilitas serta bisa menjadi teladan bagi kampus lainnya di Provinsi Sulawesi Selatan,” terangnya kepada media.
Setelah diskusi selesai dilanjutkan penanda tanganan MOU antara Komisi Nasional Disabilitas RI, diwakili Kikin P.Tarigan S dan UKI Toraja diwakili Rektor Dr Oktavianus Pasoloran disaksikan Sivitas Akademika UKI Toraja di aula Rektorat.
Mengakhiri acara pertemuan, kedua belah pihak saling bertukar cendramata sebagai tanda persaudaraan dan jalinan komunikasi secara berkelanjutan di kemudian hari.
Kesempatan itu turut hadir pegiat disabilitas yang selama ini getol bersuara tentang disabilitas di berbagai kesempatan forum diskusi of line dan on line dengan maksud agar masyarakat memiliki kepekaan terhadap ragam disabilitas diruang publik.
Noldus Pandin mengatakan diharapkan dari penyandang disabilitas adalah adanya keberpihakan yang holistik tanpa ada sekat sekat, sebab kami juga memiliki hak yang seperti pada masyarakat pada umumnya.
“Meski ada pembeda dimana ada yang kami bisa jangkau dan ada yang tak dapat kami jangkau sehingga kami butuh diberikan kemudahan dalam berakses karena kami ingin berkarya bagi NKRI bukan sebagai penonton. Salam Inklusi, ungkap dengan penuh semangat,” katanya. **

Opini Anda