𝗣𝗢𝗦𝗢𝗟𝗜𝗡𝗘.𝗖𝗢𝗠- Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menilai bahwa pelaksanaan program ‘Morowali Utara Sehat’ sudah berjalan paripurna.
Program Morut Sehat yang dijalankan sejak 2021 sudah komprehensif. Salah satu indikasinya adalah sudah berstatus Universal Health Coverage (UHC) yang mengcover 101,49 persen penduduk per 1 September 2022.
Kepala BPJS Kesehatan Morut Zadly saat memberikan sambutan pada acara peluncuran program Sabit (Satu lahir lima terbit).
“Persentase UHC yang dicapai Morut ini merupakan yang tertinggi di antara 13 kabupaten/kota se-Sulteng,” jelas Zadly di Kolonodale, Senin (12/9-22).
Menurutnya, capaian ini tidak mudah, apalagi karena akhir 2021, ada SK Mensos yang mewajibkan verifikasi lebih dari 10.000 orang agar tetap aktif menjadi peserta.
BPJS Kesehatan juga sudah mengalihkan peserta non-JKN (yang sama sekali belum terdaftar) sebanyak hampir 10.000 jiwa sejak terbitnya SK Mensos menjadi tanggungan pemkab
Saat ini katanya, Pemkab Morut juga sudah mengusulkan melalui DTKS sejak Januari sampai Septermber 2022 ini sebanyak 46.321 ke Kemensos untuk peserta JKN.
Terakhir pemerintah juga sudah mengalihkan peserta mandiri kelas 3 yang menunggak sebanyak 1.596 jiwa dimana tunggakannya dibayar pemkab dan beralih ke program BPJS daerah.
“Pemerintah ambil alih peserta mandiri kelas 3 yang menunggak, ini merupakan kebijakan satu-satunya di antara 13 kabupaten/kota se- Sulteng. Hanya Morut yang melakukannya,” ujarnya.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga setiap hari melayani peserta kolektif dari desa dan daftar mandiri dari masing-masing warga yang jumlahnya rata-rata 500 jiwa perbulan dan kartunya langsung aktif mengingat status UHC di daerah ini yang dianggap istimewa sejak 2021. MCDD

Opini Anda