Sosial Budaya

Penutupan HPIP Di Lage

Bupati Poso: Pemuda Harus Jadi Tulang Punggung Bangsa

Story Highlights
  • Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia

POSOline– Penutupan Hari Pekabaran Injil Pemuda (HPIP) GKST ke-70 Klasis Lage ditutup secara resmi oleh Bupati Poso  Darmin Agustinus Sigilipu, Rabu 10 Juli 2019 bertempat di Lapangan Malei Lage.

Dalam sambutanya Bupati Poso mengatakan, Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, kader sekaligus sebagai asset masyarakat, mengutip perkataan Soekarno, Bupati Darmin dalam sambutannya sebelum menutup secara resmi kegiatan tersebut mengatakan “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Ia juga mengatakan bahwa pemuda merupakan fase kehidupan manusia yang didominasi dengan karakter ideal sebagai pendobrak barisan dengan karakternya yang pantang menyerah, rela berkorban, teguh pada prinsip dan giat berkomunikasi.

Oleh karenanya, Pemerintah Daerah dalam mengimplementasikan pembangunan yang mengacu pada kepribadian daerah mewujudkan kehidupan yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju dan kokoh baik kekuatan moral maupun etika, juga mengorientasikan program pembangunannya pada kegiatan-kegiatan kepemudaan.

Bupati Darmin yang saat itu didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan, Kadis Dukcapil, Kepala Bagian Humas & protokoler Setdakab Poso dan Muspika Lage mengatakan juga bahwa dalam menjalankan roda pemerintahannya, Darmin-Samsuri melakukan pengoptimalan segenap elemen dan potensi sumber daya daerah dan salah satunya yaitu pemuda.

Karena menurut Bupati Darmin, sejarah mencatat bahwa setiap perubahan tata kehidupan didominasi dengan munculnya aktivitas kelompok pemuda sebagai penggerak perubahan zaman.

Dengan adanya kegiatan ini katanya, kiranya para pemuda dapat benar-benar memaknai momentum kerohanian ini menuju pada kedewasaan iman sekaligus evaluasi diri bagi setiap pribadi yang mampu mengisi masa depannya dengan berbagai karya terbaik bagi gereja dan masyarakat.

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Majelis Klasis Lage ini ditutup dengan penyerahan piala Juara umum yang diserahkan langsung oleh Bupati Darmin kepada jemaat Eklesia Pandiri.

Opini Anda

Selengkapnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!