Jejak Dokter di Tana Poso: Menghidupkan Desa ke Megalitikum
Oleh : Simson Towengke
Di tengah lanskap Poso yang kaya akan sejarah dan keindahan alam, kepemimpinan seorang dokter dan politisi, dr. Verna Gladies Merry Inkiriwang, menorehkan jejak yang khas. Sejak dilantik pada tahun 2021, Bupati perempuan pertama di Sulawesi Tengah ini membawa spirit baru, yang berakar pada keterlibatan langsung dan penguatan potensi lokal.
Filosofi kepemimpinannya terangkum dalam program andalan, “Bunga Desa” (Bupati Berkantor di Desa). Lebih dari sekadar kunjungan protokoler, Bunga Desa adalah upaya nyata menjemput bola, membawa gerbong birokrasi langsung ke jantung kehidupan masyarakat.
Di desa-desa, Verna dan jajarannya tak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga memastikan program-program prioritas—seperti janji kesehatan dan pendidikan gratis—benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. Pendekatan ini adalah perwujudan dari semangat Mos.intuwu (gotong royong atau kebersamaan) yang telah lama menjadi nafas Poso.
Mengubah Tantangan Menjadi Destinasi
Menyadari Poso memiliki pesona yang luar biasa, mulai dari Danau Poso yang legendaris hingga situs megalitikum Pokekea di Lembah Lore, Verna menjadikan sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan.
Bukan sekadar wacana, ia memastikan anggaran khusus dialokasikan dan semua dinas dikerahkan untuk mengembangkan destinasi. “Masalah pariwisata akan kita ‘keroyok’,” tegasnya, menunjukkan komitmen lintas sektor.
Langkah ini tidak hanya bertujuan menarik wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menghidupkan ekonomi lokal.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Bupati Verna juga menaruh perhatian besar pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pelestarian lingkungan.
Dukungan aktif terhadap Percepatan Perhutanan Sosial adalah cerminan dari kebijakan yang menyeimbangkan kesejahteraan masyarakat dengan keberlanjutan alam. Program ini memberi akses adil bagi masyarakat untuk mengelola hutan, memastikan manfaat ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya konservasi.
Di sisi lain, upaya penguatan ideologi kebangsaan juga diimplementasikan melalui program seperti Gema Mosintuwu di kalangan pelajar. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan di Poso tidak hanya bicara tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang penguatan identitas, persatuan, dan karakter generasi penerus di tanah yang pernah dilanda konflik ini.
Dengan berbekal latar belakang sebagai dokter, Verna Inkiriwang telah menyuntikkan energi baru ke dalam birokrasi Poso—menekankan disiplin, etos kerja, dan pelayanan publik yang profesional.
Jejaknya menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif adalah yang mau turun tangan, berani berinvestasi pada potensi terpendam, dan memastikan janji pelayanan dasar terpenuhi, dari lereng gunung hingga tepi danau. Perjalanan Poso menuju visi “Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan” pun semakin kokoh dengan fondasi kearifan lokal dan sentuhan nyata dari seorang dokter yang kini menjadi pemimpin daerah.**

Opini Anda