

POSO– Pengusaha muda Moh. Ali Badjeber, S.T., M.T., resmi dilantik sebagai Bendahara Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kabupaten Poso. Pascapelantikan, ia langsung membawa gagasan penguatan ekonomi Poso melalui kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha.
Pelantikan pengurus HIPKA Poso tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPW HIPKA Sulawesi Tengah, H. Ambo Dalle. Adapun susunan kepengurusan BPD HIPKA Kabupaten Poso dipimpin oleh Bustamin Maedy selaku Ketua, Arif Budiman sebagai Sekretaris, dan Ali Badjeber sebagai Bendahara.
Dalam keterangannya kepada pers, Ali Badjeber menegaskan bahwa pertumbuhan kawasan industri di kabupaten tetangga harus dipandang sebagai peluang strategis bagi daerah. Kabupaten Poso perlu memperluas pasar, membangun kemitraan, dan mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan industri melalui sektor perkebunan, pertanian, perikanan, serta komoditas unggulan lainnya.
“Poso tidak harus memiliki kawasan industri besar untuk menjadi kekuatan ekonomi. Kita memiliki sumber daya alam, tenaga kerja, dan posisi geografis yang strategis di Sulawesi,” tegas Ali, Kamis (24/09-26).
Mendorong Peran Putra-Putri Daerah
Selain menyoroti potensi potensi lokal, Ali juga menggarisbawahi banyaknya putra-putri daerah yang saat ini bekerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten tetangga. Menurutnya, hal ini harus menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan di Poso.
“Kita bangga melihat anak-anak Poso mampu bersaing dan menjadi bagian dari kemajuan ekonomi daerah lain. Namun, jangan sampai generasi muda kita terus menjadi penggerak ekonomi di luar, sementara tanah kelahirannya belum mampu menghadirkan kesempatan yang memadai untuk tumbuh dan berkarya,” lanjutnya.
Sebagai Bendahara HIPKA Poso, Ali menyatakan komitmennya untuk memperkuat jaringan pengusaha, memperluas peluang investasi, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah demi menciptakan ekosistem usaha yang produktif.
Ia menambahkan bahwa ekonomi Poso tidak akan maju hanya dengan membanggakan kekayaan sumber daya alam tanpa adanya pengelolaan yang optimal.
“Pembangunan ekonomi memerlukan kepemimpinan yang berani mengambil keputusan strategis. Pemerintah harus mampu membuka jalan, pengusaha berani menciptakan peluang, dan masyarakat merasakan manfaatnya,” ujar Ali.
Mengakhiri keterangannya, Ali berpesan agar Poso segera mengambil peran yang lebih besar dalam peta pertumbuhan ekonomi kawasan Pulau Sulawesi.
“Daerah yang maju adalah daerah yang mampu mengubah kekayaannya menjadi kesejahteraan bagi rakyatnya. Sudah saatnya Poso mengambil peran lebih besar, agar putra-putri daerah menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi di tanah kelahirannya sendiri,” pungkas Moh. Ali Badjeber. SON

Opini Anda