π£π’π¦π’πππ‘π.ππ’π – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Morowali meresmikan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) di lahan seluas 7 Hektar di Desa Bahoea Reko-Reko, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (27/09).
Wilayah Morowali dipilih sebagai lokasi KTN mengingat Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu lokus sinergisitas Kementerian/Lembaga dalam penanggulangan terorisme.
Di lahan KTN Morowali, program pertanian dan peternakan akan menjadi fokus pembangunan yang
diharapkan dapat menjadi tempat asimilasi antara mitra deradikalisasi dengan warga sekitar dalam
memanfaatkan lahan untuk kesejahteraan bersama sekaligus dapat meningkatan ekonomi Kabupaten
Morowali.
Peresmian KTN Morowali ini secara simbolis akan dilakukan Kepala BNPT RI, Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli
Amar, M.H dengan melakukan penanaman jagung.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPT RI akan menyaksikan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BNPT RI yang diwakili Sekretaris Utama BNPT RI, Mayjen TNI Dedi Sambowo, S.IP dan Pemerintah Kabupaten Morowali diwakili oleh Bupati Drs. Taslim.
Selain dihadiri oleh Kepala BNPT RI, peresmian KTN Morowali juga direncanakan dihadiri oleh Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wakil Menteri Pertanian, Deputi IV Kemenko Polhukam Bidang Koordinasi Pertahanan Negara, Deputi V Kemenko Polhukam Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Deputi VI Kemenko Polhulkam Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa, Direktur
Jendral Bina Marga Kementerian PUPR, Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Morowali dan Rektor Universitas Tadulako.
Secara umum, program KTN memiliki 3 pendekatan yaitu Edukasi, Ekonomi dan Pariwisata. Dalam pemilihan lokasi, KTN berada di kawasan wisata yang berkaitan dengan alam dan dikelola secara langsung oleh Mitra Deradikalisasi.
Selain membantu perekonomian Mitra Deradikalisasi, program ini
juga membantu memajukan ekonomi kreatif masyarakat sekitar kawasan KTN.
Program KTN merupakan bukti negara hadir dalam mereduksi paham radikal terorisme dan meningkatkan kesejahteraan mitra deradikalisasi dan masyarakat sekitar dengan pendekatan lunak, sehingga terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman dan damai.
Dengan kehadiran kawasan ini, diharapkan para mitra deradikalisasi dapat bersinergi dengan penduduk sekitar dan juga lembaga lembaga terkait dalam pengelolaan dan terciptanya kemandirian ekonomi guna meneruskan keberlangsungan hidup mereka dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki.
Sebelumnya wilayah KTN di 5 Provinsi lainnya yaitu di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat,
dan Jawa Tengah telah diresmikan. Kecamatan Turen, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur menjadi
wilayah pertama yang resmi menjadi KTN, dilanjutkan dengan Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara
Barat, berpusat di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat dan Sidempul, Desa Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.**

Opini Anda